Pendahuluan
Banyak penulis mengira kualitas artikel ilmiah hanya ditentukan oleh hasil penelitian. Padahal, bagi editor jurnal internasional bereputasi, keputusan awal sering kali dibuat jauh sebelum mereka membaca bagian hasil (Results) atau pembahasan (Discussion). Salah satu bagian yang paling menentukan adalah Introduction atau pendahuluan.
Dalam praktik editorial, Introduction merupakan "gerbang pertama" yang memperlihatkan apakah penulis memahami perkembangan keilmuan global, mengetahui celah penelitian (research gap), serta mampu menjelaskan mengapa risetnya layak dipublikasikan. Tidak sedikit naskah yang ditolak pada tahap desk review hanya karena pendahuluannya tidak mampu menunjukkan urgensi ilmiah.
Salah satu model yang paling banyak digunakan oleh penulis artikel bereputasi dunia adalah CARS (Create A Research Space) yang dikembangkan oleh ahli linguistik akademik John M. Swales. Model ini telah menjadi rujukan dalam penulisan artikel ilmiah internasional karena mampu membantu penulis membangun argumentasi secara logis dan persuasif.
Artikel ini membahas bagaimana menerapkan pola CARS secara praktis agar Introduction tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menarik perhatian editor sejak paragraf pertama.
Mengapa Introduction Sangat Menentukan?
Editor jurnal biasanya membaca bagian Introduction untuk menjawab beberapa pertanyaan penting.
- Apakah penelitian ini relevan?
- Apakah topiknya memiliki urgensi ilmiah?
- Apakah terdapat kesenjangan penelitian yang jelas?
- Apakah penelitian menawarkan kontribusi baru?
- Apakah penulis memahami perkembangan literatur terbaru?
Jika lima pertanyaan tersebut tidak terjawab dengan baik, peluang artikel untuk masuk proses peer review menjadi jauh lebih kecil.
Karena itu, Introduction bukan sekadar latar belakang penelitian, melainkan argumentasi ilmiah yang menunjukkan mengapa penelitian layak dilakukan.
Mengenal Pola CARS (Create A Research Space)
Model CARS diperkenalkan oleh John Swales sebagai kerangka retoris dalam penulisan artikel ilmiah.
Tujuan utamanya adalah membangun "ruang penelitian" sehingga pembaca memahami posisi penelitian baru di tengah perkembangan ilmu pengetahuan.
Model ini terdiri atas tiga langkah utama (moves).
Move 1 – Establishing a Territory
Pada tahap pertama, penulis menunjukkan bahwa topik penelitian memiliki kepentingan yang luas.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- menjelaskan pentingnya topik,
- menunjukkan perkembangan penelitian,
- menyajikan fakta terbaru,
- mengutip penelitian terkini,
- memperlihatkan tren global.
Contoh:
Artificial Intelligence has transformed educational assessment by improving feedback accuracy, learning personalization, and adaptive evaluation systems.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa topik memiliki relevansi yang luas sebelum masuk ke pembahasan yang lebih spesifik.
Move 2 – Establishing the Niche
Tahap kedua merupakan bagian yang paling penting.
Di sinilah penulis menunjukkan adanya masalah yang belum terpecahkan.
Beberapa strategi yang umum digunakan adalah:
- menunjukkan keterbatasan penelitian terdahulu,
- adanya hasil penelitian yang saling bertentangan,
- adanya konteks yang belum dikaji,
- adanya populasi yang belum diteliti,
- adanya pendekatan baru yang belum diterapkan.
Contoh:
Although previous studies have examined AI-based assessment in higher education, limited attention has been given to its implementation in Islamic universities in developing countries.
Kalimat tersebut memperlihatkan adanya ruang kosong (research gap) yang layak diteliti.
Move 3 – Occupying the Niche
Pada tahap terakhir, penulis menjelaskan bagaimana penelitiannya mengisi kekosongan tersebut.
Bagian ini biasanya memuat:
- tujuan penelitian,
- pertanyaan penelitian,
- kontribusi ilmiah,
- kebaruan (novelty),
- manfaat penelitian.
Contoh:
Therefore, this study investigates the implementation of AI-assisted assessment in Islamic higher education institutions and proposes a practical framework for sustainable adoption.
Editor akan langsung memahami posisi penelitian terhadap literatur sebelumnya.
Struktur Ideal Introduction Berdasarkan Pola CARS
Dalam praktiknya, Introduction dapat disusun menjadi lima hingga tujuh paragraf.
Paragraf 1
Menjelaskan isu global.
Paragraf 2
Menyajikan perkembangan penelitian terbaru.
Paragraf 3
Menunjukkan keterbatasan penelitian sebelumnya.
Paragraf 4
Menjelaskan research gap.
Paragraf 5
Menjelaskan tujuan penelitian.
Paragraf 6
Menjelaskan kontribusi penelitian.
Cara Menemukan Research Gap
Banyak penulis mengalami kesulitan bukan karena tidak memiliki data, melainkan karena belum mampu mengidentifikasi celah penelitian.
Beberapa teknik yang dapat digunakan antara lain:
1. Mencari kontradiksi hasil penelitian. Misalnya, penelitian A menyatakan metode tertentu efektif, sedangkan penelitian B memperoleh hasil sebaliknya.
2. Mencari konteks yang berbeda. Topik yang telah diteliti di Eropa mungkin belum pernah diterapkan di Indonesia.
3. Mencari populasi baru. Objek penelitian dapat diarahkan pada kelompok yang belum pernah menjadi fokus penelitian.
4. Menggunakan pendekatan berbeda. Misalnya mengombinasikan pendekatan kuantitatif dengan analisis kualitatif.
5. Menggunakan teknologi terbaru. Perkembangan Artificial Intelligence, Big Data, atau Learning Analytics sering membuka peluang penelitian baru.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis
Beberapa kesalahan yang sering ditemukan editor antara lain:
- Terlalu banyak definisi. Pendahuluan berubah menjadi kumpulan definisi dari berbagai buku.
- Tidak menunjukkan research gap. Penulis hanya merangkum penelitian sebelumnya tanpa menjelaskan kekurangannya.
- Referensi sudah usang. Masih menggunakan sebagian besar referensi lebih dari sepuluh tahun.
- Tujuan penelitian tidak jelas. Pembaca kesulitan memahami arah penelitian.
- Tidak menunjukkan kebaruan. Artikel terlihat hanya mengulang penelitian terdahulu.
Strategi Agar Introduction Disukai Editor.
Beberapa strategi berikut terbukti banyak digunakan pada artikel yang terbit di jurnal bereputasi.
- Gunakan referensi lima tahun terakhir. Literatur terbaru menunjukkan bahwa penulis mengikuti perkembangan ilmu.
- Kutip artikel jurnal internasional bereputasi. Hindari terlalu banyak mengutip buku.
- Bangun argumentasi secara bertahap. Mulailah dari isu global menuju persoalan yang lebih spesifik.
- Tunjukkan kontribusi secara eksplisit. Jelaskan dengan tegas apa yang membedakan penelitian Anda.
- Akhiri dengan tujuan penelitian. Editor harus langsung mengetahui fokus penelitian hanya dengan membaca paragraf terakhir.
Contoh Alur Singkat Pendahuluan
- Paragraf 1. Mengapa topik penting ?
- Paragraf 2. Apa yang telah diteliti ?
- Paragraf 3. Apa yang belum diteliti ?
- Paragraf 4. Mengapa kekosongan tersebut penting ?
- Paragraf 5. Tujuan penelitian ?
- Paragraf 6. Kontribusi penelitian ?
Alur ini membuat pembaca mengikuti logika penelitian secara alami dan memudahkan editor melihat nilai tambah naskah.
Mengapa Editor Menyukai Pendekatan CARS?
Model CARS membantu penulis menyampaikan argumen secara runtut, sehingga editor tidak perlu menebak posisi penelitian. Pendahuluan yang tersusun dengan pola ini menunjukkan bahwa penulis memahami literatur, mampu mengidentifikasi kesenjangan riset, serta memiliki kontribusi yang jelas bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam konteks persaingan publikasi internasional yang semakin ketat, kemampuan menyusun Introduction berbasis CARS dapat menjadi pembeda antara naskah yang berhenti di tahap desk review dan naskah yang berlanjut ke proses peer review. Oleh karena itu, menguasai pola ini bukan sekadar memenuhi kaidah penulisan, tetapi merupakan strategi komunikasi ilmiah yang efektif.
Tips KampusTimes
- Gunakan referensi terbaru, terutama artikel lima tahun terakhir dari jurnal bereputasi.
- Mulailah dengan isu global, lalu persempit menuju konteks penelitian Anda.
- Tunjukkan research gap secara eksplisit, bukan hanya menyebutkan penelitian terdahulu.
- Nyatakan kontribusi ilmiah dengan jelas, sehingga editor memahami nilai tambah penelitian.
- Selesaikan Introduction dengan tujuan penelitian yang spesifik, terukur, dan selaras dengan research gap.
Kesimpulan
Keberhasilan sebuah artikel ilmiah sering kali ditentukan oleh kualitas Introduction. Bagian ini bukan hanya menjadi pengantar, tetapi juga ruang untuk meyakinkan editor bahwa penelitian Anda memiliki urgensi, relevansi, dan kontribusi ilmiah yang nyata. Melalui penerapan pola CARS, penulis dapat menyusun pendahuluan yang sistematis, argumentatif, dan berorientasi pada kebutuhan pembaca akademik.
Mulailah membiasakan diri menulis Introduction dengan alur yang jelas: bangun konteks penelitian, tunjukkan research gap, lalu tegaskan kontribusi riset Anda. Dengan latihan yang konsisten, peluang artikel untuk melewati tahap desk review dan diterima di jurnal internasional bereputasi akan semakin besar.
FAQ
1. Apa itu pola CARS dalam penulisan artikel ilmiah? Pola CARS (Create A Research Space) adalah model penulisan pendahuluan yang dikembangkan oleh John M. Swales untuk membantu penulis membangun argumentasi ilmiah melalui tiga tahap: menunjukkan pentingnya topik, mengidentifikasi research gap, dan menjelaskan kontribusi penelitian.
2. Mengapa Introduction sangat penting dalam artikel jurnal internasional? Karena bagian ini menjadi kesan pertama bagi editor dan reviewer. Introduction yang kuat menunjukkan relevansi topik, pemahaman terhadap literatur, adanya kesenjangan penelitian, serta kebaruan yang ditawarkan.
3. Berapa jumlah paragraf ideal untuk Introduction? Tidak ada aturan baku, tetapi umumnya terdiri atas lima hingga tujuh paragraf yang mengikuti alur logis mulai dari isu global hingga tujuan dan kontribusi penelitian.
4. Bagaimana cara menemukan research gap yang berkualitas? Research gap dapat ditemukan melalui analisis literatur terbaru, membandingkan hasil penelitian yang berbeda, mengidentifikasi konteks yang belum dikaji, atau menawarkan pendekatan dan populasi penelitian yang baru.
5. Apakah semua jurnal internasional menggunakan pendekatan CARS? Meskipun tidak diwajibkan secara eksplisit, sebagian besar artikel yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi menerapkan struktur argumentasi yang sejalan dengan pola CARS karena memudahkan editor dan reviewer memahami posisi penelitian.