Akademik & Riset

Waspada Jurnal Scopus Discontinued: Cara Memilih Jurnal yang Kredibel Sebelum Submit

11 Juli 2026, 11:14 WIB / Research KampusTimes
Waspada Jurnal Scopus Discontinued: Cara Memilih Jurnal yang Kredibel Sebelum Submit

Waspada Jurnal Scopus Discontinued: Cara Memilih Jurnal yang Kredibel Sebelum Submit

Mengapa Penulis Harus Lebih Teliti? Publikasi di jurnal internasional bereputasi menjadi target banyak dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana. Selain meningkatkan rekam jejak akademik, publikasi juga menjadi syarat kenaikan jabatan fungsional, kelulusan studi, hingga pengajuan hibah penelitian.

Namun, semakin tingginya kebutuhan publikasi juga diikuti maraknya jurnal predator, jurnal kloning (hijacked journal), dan jurnal yang telah berstatus discontinued dari Scopus. Jika tidak berhati-hati, penulis dapat kehilangan waktu, biaya, bahkan berisiko terhadap pengakuan angka kredit (KUM).

Karena itu, melakukan verifikasi jurnal sebelum mengirim artikel merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

Apa Itu Jurnal Scopus Discontinued?

Jurnal discontinued adalah jurnal yang sebelumnya terindeks Scopus, tetapi kemudian dihentikan pengindeksannya karena tidak lagi memenuhi standar kualitas, etika publikasi, atau proses editorial yang ditetapkan.

Perlu dipahami bahwa tidak semua jurnal yang pernah masuk Scopus masih berstatus aktif. Oleh sebab itu, penulis tidak cukup hanya melihat logo Scopus pada laman jurnal, tetapi harus memastikan status indeksasinya melalui sumber resmi.

Bedakan Jurnal Bereputasi, Predator, dan Kloning

Sebelum memilih jurnal, pahami tiga kategori berikut.

Jurnal bereputasi memiliki proses peer review yang ketat, dewan editor yang kredibel, serta dikelola oleh penerbit terpercaya.

Jurnal predator lebih berorientasi pada biaya publikasi daripada kualitas ilmiah. Biasanya menjanjikan artikel diterima dalam waktu sangat singkat tanpa proses penelaahan yang memadai.

Sementara itu, jurnal kloning merupakan situs palsu yang meniru identitas jurnal asli sehingga sering mengecoh penulis yang kurang teliti.

Cara Memastikan Jurnal Masih Kredibel

Sebelum melakukan submission, lakukan beberapa langkah berikut.

1. Periksa status jurnal di Scopus. Pastikan jurnal masih aktif dan sesuai dengan data resmi.

2. Gunakan Scimago Journal Rank (SJR). Melalui SJR, Anda dapat melihat peringkat kuartil (Q1–Q4), H-Index, bidang keilmuan, dan perkembangan reputasi jurnal.

3. Cek website penerbit. Pastikan informasi editorial, proses peer review, dan arsip artikel ditampilkan secara jelas.

4. Verifikasi editor jurnal. Editor dan anggota dewan editor seharusnya memiliki rekam jejak akademik yang dapat ditelusuri melalui ORCID, Scopus Author ID, atau Google Scholar.

Ciri-Ciri Jurnal Predator

Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:

  • Mengirim undangan publikasi melalui email secara massal.
  • Menjanjikan artikel diterima hanya dalam hitungan hari.
  • Tidak menjelaskan proses peer review.
  • Dewan editor sulit diverifikasi.
  • Menggunakan nama yang sangat mirip dengan jurnal terkenal.
  • Informasi biaya publikasi tidak transparan.

Semakin banyak indikator tersebut ditemukan, semakin besar kemungkinan jurnal tersebut bermasalah.

Dampak Salah Memilih Jurnal

Kesalahan memilih jurnal dapat berdampak panjang terhadap karier akademik. Artikel berpotensi tidak diakui dalam penilaian angka kredit, menghambat kenaikan jabatan akademik, hingga menurunkan reputasi peneliti.

Selain itu, waktu dan biaya yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia karena artikel diterbitkan pada jurnal yang tidak memenuhi standar ilmiah.

Kesimpulan

Keberhasilan publikasi internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas penelitian, tetapi juga oleh ketepatan memilih jurnal tujuan. Sebelum melakukan submission, biasakan memverifikasi status indeksasi, reputasi penerbit, dan kredibilitas dewan editor melalui sumber resmi.

Meluangkan waktu beberapa menit untuk melakukan cross-check dapat melindungi reputasi akademik, menjaga validitas angka kredit (KUM), dan meningkatkan peluang artikel diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi.

FAQ

1. Apa yang dimaksud jurnal Scopus discontinued?
Jurnal yang pernah terindeks Scopus tetapi dihentikan pengindeksannya karena tidak lagi memenuhi standar kualitas atau etika publikasi.

2. Apakah semua jurnal berbayar termasuk jurnal predator?
Tidak. Banyak jurnal bereputasi menerapkan Article Processing Charge (APC). Yang membedakan adalah kualitas proses editorial dan peer review.

3. Bagaimana cara mengetahui jurnal masih aktif di Scopus?
Lakukan pengecekan melalui daftar sumber resmi Scopus dan pastikan status indeksasinya masih aktif.

4. Apa perbedaan jurnal predator dan jurnal kloning?
Jurnal predator menerbitkan artikel tanpa standar ilmiah yang memadai, sedangkan jurnal kloning meniru identitas jurnal asli untuk menipu penulis.

5. Mengapa verifikasi jurnal sangat penting?
Karena membantu menghindari kerugian finansial, menjaga reputasi akademik, dan memastikan artikel dipublikasikan pada jurnal yang benar-benar kredibel.

Topik Terkait

Trending Hari Ini