Akademik & Riset

Jangan Pakai Referensi Usang! Ini Cara Menyusun State of the Art Berbasis Jurnal Bereputasi 5 Tahun Terakhir

14 Juli 2026, 08:08 WIB / Research KampusTimes
Jangan Pakai Referensi Usang! Ini Cara Menyusun State of the Art Berbasis Jurnal Bereputasi 5 Tahun Terakhir

Jangan Pakai Referensi Usang! Ini Cara Menyusun State of the Art Berbasis Jurnal Bereputasi 5 Tahun Terakhir

Dalam dunia penelitian ilmiah, kualitas sebuah artikel tidak hanya ditentukan oleh metodologi atau hasil penelitian, tetapi juga oleh kekuatan state of the art yang menjadi dasar pengembangan penelitian. Sayangnya, masih banyak peneliti yang menggunakan referensi lama tanpa mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Akibatnya, penelitian menjadi kurang relevan dan sulit menunjukkan kebaruan (novelty).

Saat ini, banyak jurnal bereputasi, terutama jurnal Scopus Q1 dan Q2, lebih menyukai naskah yang dibangun dari literatur mutakhir. Oleh karena itu, kemampuan menyusun state of the art berbasis jurnal lima tahun terakhir menjadi salah satu keterampilan penting bagi setiap akademisi.

Apa Itu State of the Art?

State of the art adalah uraian mengenai perkembangan terbaru suatu bidang penelitian berdasarkan temuan-temuan ilmiah terkini. Bagian ini tidak sekadar merangkum penelitian terdahulu, tetapi juga menunjukkan posisi penelitian yang sedang dilakukan di antara berbagai penelitian yang telah dipublikasikan.

Melalui state of the art, penulis dapat menjelaskan apa yang telah diketahui, apa yang masih diperdebatkan, dan bagian mana yang belum banyak diteliti. Dari sinilah research gap dapat ditemukan secara ilmiah.

Mengapa Referensi Lima Tahun Terakhir Sangat Penting?

Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung sangat cepat. Artikel yang diterbitkan sepuluh tahun lalu mungkin masih relevan secara teori, tetapi belum tentu menggambarkan kondisi penelitian saat ini.

Menggunakan referensi terbaru memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

Menunjukkan Relevansi Penelitian

Literatur terkini membantu menunjukkan bahwa penulis memahami perkembangan terbaru dalam bidang keilmuannya.

Memperkuat Novelty

Semakin mutakhir referensi yang digunakan, semakin mudah penulis mengidentifikasi celah penelitian yang belum banyak dieksplorasi.

Meningkatkan Kepercayaan Editor

Editor jurnal bereputasi umumnya memperhatikan kualitas dan kemutakhiran daftar pustaka. Referensi terbaru menunjukkan bahwa penelitian dibangun berdasarkan perkembangan ilmu yang aktual.

Mengenal Analisis Bibliometrik

Salah satu cara terbaik menyusun state of the art adalah melalui analisis bibliometrik.

Bibliometrik merupakan metode analisis yang digunakan untuk mempelajari hubungan antarartikel, penulis, kata kunci, maupun tren penelitian berdasarkan data publikasi ilmiah. Pendekatan ini membantu peneliti memahami arah perkembangan suatu topik secara objektif.

Alih-alih hanya membaca puluhan artikel secara manual, bibliometrik memungkinkan peneliti memperoleh gambaran besar mengenai lanskap penelitian dalam waktu yang lebih efisien.

Memanfaatkan VOSviewer untuk Menemukan Research Gap

Salah satu perangkat lunak bibliometrik yang paling populer adalah VOSviewer. Aplikasi ini mampu memvisualisasikan hubungan antar-kata kunci, penulis, institusi, maupun sitasi dalam bentuk peta jaringan (network visualization).

Melalui visualisasi tersebut, peneliti dapat melihat kelompok topik yang paling banyak diteliti, tema yang sedang berkembang, hingga area yang masih jarang mendapat perhatian.

Sebagai contoh, jika suatu topik memiliki banyak hubungan dengan berbagai penelitian lain, berarti tema tersebut telah berkembang cukup luas. Sebaliknya, jika terdapat kelompok kecil yang belum banyak dikaji, area tersebut dapat menjadi peluang untuk menghasilkan penelitian baru yang memiliki nilai kebaruan tinggi.

Langkah Menyusun State of the Art yang Efektif

Agar state of the art benar-benar memberikan kontribusi pada kualitas artikel, lakukan beberapa langkah berikut.

  • Mengumpulkan Literatur Bereputasi. Cari artikel dari jurnal bereputasi menggunakan basis data seperti Scopus, Web of Science, atau Dimensions dengan rentang publikasi lima tahun terakhir.
  • Melakukan Analisis Bibliometrik. Ekspor data artikel yang relevan, kemudian analisis menggunakan VOSviewer untuk melihat pola hubungan antar-topik dan perkembangan penelitian.
  • Mengidentifikasi Tren Penelitian. Perhatikan tema-tema yang paling banyak dibahas, pendekatan metodologi yang dominan, serta isu-isu baru yang mulai berkembang.
  • Menentukan Research Gap. Bandingkan hasil analisis bibliometrik dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Fokuskan perhatian pada aspek yang masih sedikit diteliti, belum konsisten hasilnya, atau memiliki keterbatasan metodologis.
  • Menyusun Narasi yang Kritis. Jangan hanya mendeskripsikan penelitian terdahulu. Hubungkan setiap temuan menjadi sebuah narasi yang menunjukkan alasan mengapa penelitian baru perlu dilakukan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Masih banyak peneliti yang menyusun state of the art hanya berupa daftar ringkasan penelitian sebelumnya tanpa analisis kritis.

Kesalahan lainnya adalah menggunakan referensi lama secara dominan, tidak menunjukkan hubungan antarpenelitian, serta tidak menjelaskan secara jelas letak research gap. Akibatnya, bagian pendahuluan menjadi kurang meyakinkan di mata editor maupun reviewer.

Kesimpulan

State of the art merupakan fondasi penting dalam sebuah penelitian ilmiah karena menjadi dasar untuk menunjukkan kebaruan dan relevansi penelitian. Menggunakan jurnal bereputasi lima tahun terakhir membantu peneliti memahami perkembangan ilmu pengetahuan terkini sekaligus meningkatkan kualitas argumentasi ilmiah. Dengan memanfaatkan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer, peneliti dapat memetakan tren penelitian, menemukan research gap secara lebih objektif, dan menyusun pendahuluan yang lebih kuat. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas artikel, tetapi juga memperbesar peluang naskah diterima di jurnal bereputasi internasional.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan state of the art dalam penelitian?
State of the art adalah uraian mengenai perkembangan terbaru suatu bidang penelitian yang digunakan untuk menunjukkan posisi dan kebaruan penelitian yang akan dilakukan.

2. Mengapa referensi lima tahun terakhir lebih disarankan?
Karena referensi terbaru mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan terkini sehingga penelitian menjadi lebih relevan dan sesuai dengan standar jurnal bereputasi.

3. Apa fungsi VOSviewer dalam penelitian?
VOSviewer digunakan untuk melakukan analisis bibliometrik dan memvisualisasikan hubungan antarartikel, kata kunci, penulis, maupun tren penelitian sehingga memudahkan identifikasi research gap.

4. Apakah semua penelitian harus menggunakan analisis bibliometrik?
Tidak selalu. Namun, analisis bibliometrik sangat membantu terutama pada penelitian yang memerlukan pemetaan literatur secara komprehensif dan sistematis.

5. Apa kesalahan terbesar saat menyusun state of the art?
Kesalahan yang paling umum adalah hanya merangkum penelitian terdahulu tanpa analisis kritis, menggunakan referensi usang, serta tidak mampu menunjukkan research gap yang jelas.

Topik Terkait

Trending Hari Ini