Profil & Institusi

Jumlah Perguruan Tinggi Indonesia Turun 10,3 Persen dalam Lima Tahun

11 Agustus 2026, 16:16 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times - Jumlah perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir. Data resmi Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 memperlihatkan jumlah lembaga perguruan tinggi turun dari 3.166 institusi pada tahun akademik 2019/2020 menjadi 2.840 institusi pada 2024/2025.

Angka tersebut berarti terdapat pengurangan 326 perguruan tinggi atau sekitar 10,3 persen dalam rentang lima tahun. Data ini mencakup perguruan tinggi negeri dan swasta yang tercatat dalam statistik pendidikan tinggi nasional.

Tren tersebut menarik karena perubahan jumlah institusi tidak terjadi secara seragam antara perguruan tinggi negeri dan swasta.

Jumlah Perguruan Tinggi Terus Menyusut

Jumlah Perguruan Tinggi Terus Menyusut

Pada 2019/2020, Indonesia tercatat memiliki 3.166 perguruan tinggi. Setahun berikutnya jumlahnya menjadi 3.115, kemudian 3.107 pada 2021/2022.

Penurunan lebih terlihat pada periode berikutnya. Jumlah perguruan tinggi tercatat 2.966 pada 2022/2023, turun menjadi 2.937 pada 2023/2024, kemudian kembali turun menjadi 2.840 pada 2024/2025.

Jika dibandingkan dengan 2019/2020, jumlah institusi pada 2024/2025 berkurang 326. Penurunan terbesar secara tahunan dalam tabel terjadi antara 2021/2022 dan 2022/2023, ketika jumlah perguruan tinggi turun dari 3.107 menjadi 2.966, atau berkurang 141 institusi.

Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan jumlah perguruan tinggi bukan sekadar fluktuasi satu tahun. Dalam enam tahun akademik yang tercatat, jumlah institusi nasional bergerak dalam kecenderungan menurun.

Perguruan Tinggi Swasta Menjadi Penggerak Utama Penurunan

Jika data dipisahkan berdasarkan status pengelolaan, perubahan paling besar terlihat pada perguruan tinggi swasta.

Pada 2019/2020 terdapat 3.044 perguruan tinggi swasta. Jumlah tersebut turun menjadi 2.990 pada 2020/2021 dan 2.982 pada 2021/2022. Penurunan berlanjut menjadi 2.841 pada 2022/2023, 2.812 pada 2023/2024, dan 2.713 pada 2024/2025.

Artinya, selama periode tersebut terdapat pengurangan 331 perguruan tinggi swasta, atau sekitar 10,9 persen dari jumlah pada 2019/2020.

Kondisinya berbeda dengan perguruan tinggi negeri. Jumlah perguruan tinggi negeri justru meningkat dari 122 institusi pada 2019/2020 menjadi 127 institusi pada 2024/2025.

Perubahan ini membuat komposisi pendidikan tinggi nasional relatif tetap didominasi sektor swasta. Pada 2024/2025, perguruan tinggi swasta mencapai sekitar 95,5 persen dari total institusi yang tercatat dalam tabel.

Jawa Barat dan Jawa Timur Tetap Menjadi Kantong Kampus Terbesar

Sebaran perguruan tinggi juga memperlihatkan konsentrasi yang kuat di Pulau Jawa.

Pada 2024/2025, Jawa Barat memiliki 360 perguruan tinggi, menjadi jumlah tertinggi dalam tabel. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 335 institusi, disusul Jawa Tengah sebanyak 237.

DKI Jakarta tercatat memiliki 241 perguruan tinggi, sedangkan Banten memiliki 96 dan DI Yogyakarta 106.

Menariknya, jumlah perguruan tinggi di beberapa provinsi besar juga mengalami penurunan selama periode pengamatan. Jawa Barat, misalnya, turun dari 389 institusi pada 2019/2020 menjadi 360 pada 2024/2025. DKI Jakarta turun dari 288 menjadi 241, sementara Jawa Tengah berkurang dari 268 menjadi 237.

Jawa Timur relatif lebih stabil. Jumlahnya tercatat 345 pada 2019/2020, turun menjadi 338 pada 2020/2021, naik menjadi 341 pada 2021/2022, kemudian 334 pada 2022/2023, 344 pada 2023/2024, dan kembali menjadi 335 pada 2024/2025.

Apa Artinya bagi Pendidikan Tinggi Indonesia?

Apa Artinya bagi Pendidikan Tinggi Indonesia?

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Penurunan jumlah perguruan tinggi perlu dibaca secara hati-hati. Berkurangnya jumlah institusi tidak otomatis berarti akses pendidikan tinggi juga menurun. Data yang ditampilkan merupakan jumlah lembaga perguruan tinggi, bukan jumlah mahasiswa, lulusan, program studi, atau kapasitas penerimaan mahasiswa.

Karena itu, angka 2.840 perguruan tinggi pada 2024/2025 tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan apakah akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin sulit atau justru terjadi konsolidasi kelembagaan.

Namun, tren tersebut memberikan gambaran penting mengenai perubahan struktur pendidikan tinggi Indonesia. Penurunan yang terutama terjadi pada perguruan tinggi swasta menunjukkan adanya perubahan dalam lanskap kelembagaan sektor pendidikan tinggi.

Bagi calon mahasiswa, data ini juga menjadi pengingat bahwa memilih kampus tidak cukup hanya berdasarkan jumlah institusi yang tersedia. Akreditasi, kualitas program studi, rekam jejak lulusan, fasilitas akademik, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja tetap menjadi pertimbangan penting.

Pada akhirnya, statistik jumlah perguruan tinggi lebih tepat dipandang sebagai salah satu indikator untuk memahami bagaimana ekosistem pendidikan tinggi Indonesia sedang berubah.

Kesimpulan

Data Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 menunjukkan jumlah perguruan tinggi Indonesia turun dari 3.166 menjadi 2.840 institusi pada 2019/2020–2024/2025, atau berkurang sekitar 10,3 persen. Penurunan terutama berasal dari perguruan tinggi swasta, sementara jumlah perguruan tinggi negeri meningkat dari 122 menjadi 127 institusi. Data ini menunjukkan adanya perubahan struktur kelembagaan pendidikan tinggi, tetapi belum cukup untuk menilai perubahan akses atau kualitas pendidikan karena tidak memuat seluruh indikator tersebut.

FAQ

  1. Berapa jumlah perguruan tinggi Indonesia pada 2024/2025?
    Berdasarkan Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, terdapat 2.840 perguruan tinggi, terdiri atas 127 perguruan tinggi negeri dan 2.713 perguruan tinggi swasta.
  2. Berapa jumlah perguruan tinggi Indonesia pada 2019/2020?
    Indonesia memiliki 3.166 perguruan tinggi, terdiri atas 122 negeri dan 3.044 swasta.
  3. Apakah jumlah perguruan tinggi Indonesia mengalami kenaikan?
    Tidak. Data menunjukkan tren penurunan dari 3.166 institusi pada 2019/2020 menjadi 2.840 pada 2024/2025.
  4. Perguruan tinggi mana yang paling banyak berdasarkan provinsi?
    Pada 2024/2025, Jawa Barat memiliki 360 perguruan tinggi, disusul Jawa Timur sebanyak 335 dan Jawa Tengah sebanyak 237.
  5. Apakah penurunan jumlah kampus berarti akses pendidikan tinggi ikut menurun?
    Belum tentu. Data ini hanya menunjukkan jumlah institusi. Untuk menilai akses pendidikan tinggi diperlukan indikator lain, seperti jumlah mahasiswa, daya tampung, persebaran program studi, dan angka partisipasi pendidikan tinggi.

Sumber Data : Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Topik Terkait

Trending Hari Ini