News

Sambut Laskar Dewantara Muda 2026, Departemen Manajemen Pendidikan FIP UM Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

13 Agustus 2026, 07:27 WIB / Tutut Septia Wati
Sambut Laskar Dewantara Muda 2026, Departemen Manajemen Pendidikan FIP UM Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Sambut Laskar Dewantara Muda 2026, Departemen Manajemen Pendidikan FIP UM Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Malang, Kampus Times - Semangat dan antusiasme menyelimuti kegiatan penyambutan mahasiswa baru Departemen Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Aula Gedung D4 FIP UM.

Penyambutan menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik Departemen Manajemen Pendidikan. Lebih dari sekadar kegiatan penerimaan, momentum ini diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa perjalanan di perguruan tinggi merupakan proses menempa diri menjadi calon pengelola, pemimpin, sekaligus penggerak perubahan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan dihadiri Ketua Departemen, Sekretaris Departemen, Kepala Laboratorium, serta para dosen Departemen Manajemen Pendidikan. Hadir pula Koordinator Program Studi S2/S3 Manajemen Pendidikan, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., yang turut memberikan dukungan terhadap penyambutan generasi baru keluarga besar Manajemen Pendidikan.

Rangkaian kegiatan dipandu oleh Bapak Wildan Zulkarnain, M.Pd., selaku Kepala Laboratorium Manajemen Pendidikan. Suasana penyambutan berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh semangat kebersamaan.

Mahasiswa Manajemen Pendidikan Didorong Menjadi Agen Perubahan

Memasuki perguruan tinggi di tengah perubahan yang berlangsung cepat menghadirkan tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Dunia pendidikan terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi, perubahan kebutuhan masyarakat, tuntutan peningkatan mutu, serta semakin kompleksnya persoalan pengelolaan lembaga pendidikan.

Situasi tersebut membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu memahami persoalan pendidikan secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan membaca perubahan, mengelola sumber daya, membangun kolaborasi, mengambil keputusan, dan menghadirkan inovasi.

Di sinilah mahasiswa Manajemen Pendidikan memiliki posisi strategis.

Pesan Ketua Departemen Manajemen Pendidikan

Ketua Departemen Manajemen Pendidikan, Dr. Teguh Triwiyanto, M.Pd., menegaskan pentingnya posisi mahasiswa dalam mengawal perubahan bangsa.

“Mahasiswa jadi agen perubahan. Jadi pintu gerbang pengawal perubahan Indonesia lebih baik.”

Pesan tersebut menjadi pengingat agar mahasiswa Manajemen Pendidikan tekun dan kuat dalam mengasah kompetensi sejak awal masa perkuliahan. Kompetensi tersebut nantinya menjadi bekal untuk menghadapi berbagai persoalan pendidikan yang nyata di masyarakat.

Penguasaan teori melalui perkuliahan tentu penting. Namun, proses pembentukan kompetensi juga perlu diperkuat melalui pengalaman, organisasi, interaksi sosial, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba serta mengambil peran dalam berbagai kegiatan.

Kuliah Bukan Sekadar Duduk di Ruang Kelas

Sekretaris Departemen Manajemen Pendidikan, Desi Eri Kusumaningrum, M.Pd., menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami bahwa perguruan tinggi merupakan ruang pembelajaran yang jauh lebih luas daripada ruang kelas.

“Mahasiswa baru bukan sekadar ‘murid baru’ yang datang untuk duduk di ruang kuliah, melainkan calon pemimpin, perancang sistem, dan inovator masa depan dunia pendidikan.”

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar dengan rasa ingin tahu tinggi. Organisasi, kegiatan kemahasiswaan, dan kolaborasi tim dapat menjadi ruang untuk melatih kemampuan mendengarkan, mengorganisasi, berkomunikasi, sekaligus mengeksekusi gagasan.

Membangun Daya Tahan dan Semangat Kolaborasi

Bagi mahasiswa Manajemen Pendidikan, kemampuan bekerja bersama menjadi bagian penting dari persiapan menuju dunia profesional. Seorang pengelola pendidikan tidak hanya dituntut mampu menyusun perencanaan, tetapi juga harus mampu memahami berbagai kepentingan, mengorganisasi sumber daya, membangun komunikasi, dan memastikan gagasan dapat diwujudkan.

Desi juga mengingatkan pentingnya membangun daya tahan dan semangat kolaborasi sejak awal. Kesuksesan dalam perkuliahan bukan semata-mata kompetisi individu, melainkan proses untuk tumbuh bersama, saling mendukung, dan membangun jejaring positif.

Mahasiswa Baru Sambut Perjalanan di FIP UM dengan Antusias

Mahasiswa Baru Sambut Perjalanan di FIP UM dengan Antusias

Pesan yang disampaikan jajaran Departemen Manajemen Pendidikan mendapat respons positif dari mahasiswa baru. Memasuki Universitas Negeri Malang, khususnya Departemen Manajemen Pendidikan, menjadi pengalaman yang menghadirkan rasa bangga, takjub, sekaligus antusiasme untuk memulai perjalanan akademik.

Ali Bustomi, mahasiswa asal Sampang, Madura, mengaku sangat terkesan dengan lingkungan Departemen Manajemen Pendidikan. Ia menilai senior, dosen, dan profesor memiliki pengalaman luas di masyarakat yang dapat menjadi sumber pembelajaran.

Pengalaman mengikuti PKKMB FIP UM 2026 juga memberikan cerita tersendiri. Berbagai tugas individu dan kelompok yang sempat membuatnya terkejut justru dinilai sebagai bagian dari pengalaman menyenangkan dalam membangun pertemanan dan mengenal kehidupan kampus.

Kesan serupa disampaikan Laulia Sonja Monika, mahasiswa asal Ngawi. Ia mengaku tidak menyangka dapat diterima di Universitas Negeri Malang sekaligus menjadi bagian dari Program Studi Manajemen Pendidikan.

Sementara itu, Alfra Armatika Winamata, mahasiswa asal Bojonegoro, memberikan kesan positif terhadap para dosen dan lingkungan departemen. Ia menilai para dosen sangat baik dan menyenangkan, sementara PKKMB 2026 menjadi pengalaman yang seru karena mempertemukannya dengan banyak teman dan senior.

Menjadi Laskar Dewantara Muda

Menjadi Laskar Dewantara Muda

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Beragam kesan tersebut menjadi gambaran awal perjalanan mahasiswa baru Departemen Manajemen Pendidikan. Mereka datang dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda, tetapi kini berada dalam lingkungan akademik yang sama untuk belajar dan bertumbuh bersama.

Predikat Laskar Dewantara Muda bukan sekadar sebutan. Istilah tersebut menjadi simbol semangat generasi muda yang belajar dari nilai-nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara sekaligus memiliki keberanian untuk menjawab tantangan pendidikan pada zamannya.

Mahasiswa Manajemen Pendidikan tidak hanya dituntut memahami bagaimana pendidikan dikelola. Mereka juga perlu belajar bagaimana perubahan pendidikan dirancang, digerakkan, dikawal, dan diwujudkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat.

Membawa Kompetensi dan Integritas Setelah Lulus

Harapannya, beberapa tahun mendatang para mahasiswa tersebut tidak hanya meninggalkan kampus dengan ijazah dan gelar akademik. Mereka diharapkan membawa kompetensi, integritas, pengalaman, jejaring, keberanian, serta gagasan baru yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.

Dalam konteks tersebut, penyambutan mahasiswa baru memiliki makna yang lebih luas daripada seremoni penerimaan generasi baru. Kegiatan ini menjadi pintu awal untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap mahasiswa memiliki peran dalam perjalanan panjang pendidikan Indonesia.

Dari ruang kuliah, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, hingga pengalaman berkolaborasi, diharapkan lahir generasi yang mampu mengelola pendidikan dengan kompeten, memimpin dengan integritas, berinovasi dengan keberanian, serta bekerja bersama dengan semangat kemanusiaan.

Kesimpulan

Penyambutan Laskar Dewantara Muda 2026 di Departemen Manajemen Pendidikan FIP UM menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kehidupan akademik sekaligus menanamkan visi tentang peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Kehadiran Ketua Departemen Dr. Teguh Triwiyanto, M.Pd., Sekretaris Departemen Desi Eri Kusumaningrum, M.Pd., Kepala Laboratorium Wildan Zulkarnain, M.Pd., serta Koordinator Program Studi S2/S3 Manajemen Pendidikan Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., memperkuat suasana penyambutan sebagai bagian dari penerimaan generasi baru keluarga besar Manajemen Pendidikan.

Para mahasiswa baru diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka perlu membangun kompetensi, karakter, daya tahan, jejaring, dan kemampuan kolaborasi agar kelak mampu menjadi pengelola sekaligus penggerak perubahan pendidikan Indonesia.

Selamat datang dan selamat bergabung, Laskar Dewantara Muda 2026. Belajar dengan tekun, bertumbuh dengan tangguh, berkolaborasi untuk maju, dan bergerak menjadi bagian dari perubahan pendidikan Indonesia.

FAQ

  1. Kapan penyambutan mahasiswa baru Departemen Manajemen Pendidikan FIP UM 2026 dilaksanakan? Penyambutan dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Aula Gedung D4 FIP UM.
  2. Siapa Koordinator Program Studi S2/S3 Manajemen Pendidikan yang hadir dalam kegiatan tersebut? Koordinator Program Studi S2/S3 Manajemen Pendidikan adalah Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.
  3. Apa pesan utama Ketua Departemen Manajemen Pendidikan FIP UM? Mahasiswa didorong menjadi agen perubahan dan mempersiapkan diri dengan tekun serta kuat dalam mengasah kompetensi.
  4. Mengapa mahasiswa baru didorong aktif dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan? Aktivitas tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kemampuan mengorganisasi, kolaborasi, dan keberanian mengeksekusi gagasan.
  5. Apa makna Laskar Dewantara Muda 2026? Laskar Dewantara Muda menjadi simbol generasi mahasiswa yang terinspirasi nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini serta masa depan.

Topik Terkait

Trending Hari Ini