Life & Campus

Mahasiswa UM Ungkap Pengelolaan Pembelajaran Berbasis AI Mampu Tingkatkan Hasil Belajar Siswa SD

7 Agustus 2026, 16:03 WIB / Tutut Septia Wati
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Malang, Kampus Times - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Tidak lagi sekadar menjadi teknologi pendukung, AI kini mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Namun, keberhasilan implementasinya tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan juga pada bagaimana sekolah mengelola penerapannya secara terencana dan berkelanjutan.

Berangkat dari fenomena tersebut, Muhamad Firdaus, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM), berhasil mempertahankan skripsinya yang berjudul "Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Kasus di SD Negeri Kebonsari 3 Malang)."

Penelitian tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. H. Imron Arifin, M.Pd. serta diuji oleh Prof. Dr. Raden Bambang Sumarsono, M.Pd. sebagai Penguji Utama dan Dedi Prestiadi, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Penguji Kedua.

Mengkaji AI dari Perspektif Manajemen Pendidikan

Berbeda dengan sebagian besar penelitian sebelumnya yang berfokus pada pelatihan penggunaan AI, penelitian Firdaus mengulas bagaimana fungsi-fungsi manajemen pendidikan diterapkan dalam pengelolaan pembelajaran berbasis AI.

Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus di SD Negeri Kebonsari 3 Malang, salah satu sekolah yang mengembangkan pembelajaran berbasis AI melalui Program Kedai Kosaga sebagai komunitas belajar guru.

Program tersebut menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi digital sebelum teknologi AI diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas.

Pengelolaan AI Dilakukan Melalui Empat Fungsi Manajemen

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan AI di sekolah tidak terlepas dari pengelolaan yang sistematis melalui empat fungsi utama manajemen pendidikan.

Pada tahap perencanaan, sekolah menyusun program peningkatan kompetensi guru agar siap memanfaatkan AI secara efektif.

Selanjutnya, pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas dan kolaborasi dalam komunitas belajar guru yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman serta praktik baik.

Tahap pelaksanaan diwujudkan melalui kegiatan pendampingan antarguru, eksplorasi berbagai aplikasi AI, pemanfaatan media digital, hingga implementasi dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, evaluasi dilakukan melalui refleksi bersama terhadap pelaksanaan program serta penyusunan tindak lanjut sebagai upaya perbaikan berkelanjutan.

AI Meningkatkan Hasil Belajar dan Kompetensi Digital Siswa

Penelitian juga menemukan bahwa pemanfaatan AI secara selektif dan kontekstual memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran.

Tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, AI juga membantu peserta didik mengembangkan keterampilan digital, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta membangun sikap belajar yang lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa AI dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran yang efektif apabila digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran dan didukung oleh kesiapan guru.

Masih Ada Tantangan Implementasi AI

Di balik berbagai manfaat tersebut, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi sekolah.

Beberapa di antaranya adalah keterbatasan kompetensi digital guru, kesiapan infrastruktur teknologi, serta belum tersedianya kebijakan yang mengatur penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah memperkuat komunitas belajar guru, menyelenggarakan pelatihan secara berkelanjutan, meningkatkan sarana pendukung pembelajaran, serta menyusun pedoman pemanfaatan AI di lingkungan sekolah.

Apresiasi dari Penguji

Apresiasi dari Penguji

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Penguji Utama, Prof. Dr. Raden Bambang Sumarsono, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap penelitian tersebut karena dinilai mampu menjawab tantangan pengelolaan pendidikan di era transformasi digital.

Menurutnya, keberhasilan implementasi AI tidak cukup hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan yang mampu mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen pendidikan secara sistematis sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.

Sementara itu, melalui bimbingan Prof. Dr. H. Imron Arifin, M.Pd., penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi sekolah dasar dalam merancang sistem pengelolaan pembelajaran berbasis AI yang berorientasi pada penguatan kapasitas guru, budaya belajar kolaboratif, serta peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kontribusi bagi Dunia Pendidikan

Penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa transformasi digital di sekolah tidak cukup hanya menghadirkan teknologi terbaru.

Keberhasilan pemanfaatan AI membutuhkan kepemimpinan sekolah yang kuat, pengelolaan yang terencana, pengembangan kompetensi guru, serta budaya kolaboratif yang mendukung inovasi pembelajaran.

Dengan pendekatan tersebut, AI dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar alat bantu pembelajaran.

Kesimpulan

Penelitian Muhamad Firdaus membuktikan bahwa implementasi Artificial Intelligence dalam pendidikan memerlukan pengelolaan yang sistematis agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen pendidikan, penguatan kompetensi guru, dan budaya kolaboratif, AI dapat menjadi instrumen strategis dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi sekolah dasar maupun pemangku kebijakan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis AI secara bertanggung jawab di era transformasi digital.

FAQ

  1. Apa judul penelitian Muhamad Firdaus? Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Kasus di SD Negeri Kebonsari 3 Malang).
  2. Di mana penelitian ini dilakukan? Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Kebonsari 3 Malang melalui Program Kedai Kosaga.
  3. Apa temuan utama penelitian? Pengelolaan pembelajaran berbasis AI yang menerapkan fungsi manajemen pendidikan secara sistematis mampu meningkatkan hasil belajar, kreativitas, literasi digital, dan kemandirian peserta didik.
  4. Apa tantangan implementasi AI di sekolah? Tantangannya meliputi kompetensi digital guru, kesiapan infrastruktur, serta perlunya pedoman penggunaan AI yang bertanggung jawab.
  5. Mengapa penelitian ini penting? Penelitian ini memberikan model pengelolaan pembelajaran berbasis AI yang dapat menjadi referensi bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di era digital.

Topik Terkait

Trending Hari Ini