Kampus Times- Peta pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya dibentuk oleh perguruan tinggi umum. Perguruan tinggi dalam lingkup Kementerian Agama atau Ministry of Religious Affairs (MoRA) juga menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.
Data dalam Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 menunjukkan terdapat 87 perguruan tinggi berstatus negeri dalam lingkup Kemenag/MoRA. Dari institusi tersebut, tercatat 2.434 program studi dengan 770.933 mahasiswa terdaftar di seluruh Indonesia.
Angka tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya aktivitas pendidikan tinggi keagamaan negeri sekaligus memperlihatkan bahwa distribusinya tidak merata antarprovinsi. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan skala pendidikan tinggi Kemenag paling besar, terutama jika dilihat dari jumlah mahasiswa, program studi, lulusan, dan dosen.
Jawa Timur Memimpin Jumlah Mahasiswa

Jawa Timur menempati posisi tertinggi dalam jumlah mahasiswa terdaftar. Data 2025 mencatat terdapat 117.858 mahasiswa pada perguruan tinggi negeri lingkup Kemenag di provinsi tersebut.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 98.239 mahasiswa. Banten berada di urutan selanjutnya dengan 95.378 mahasiswa, kemudian Sumatera Barat sebanyak 39.053 mahasiswa dan Sumatera Utara sebanyak 21.624 mahasiswa.
Besarnya jumlah mahasiswa di Jawa Timur juga berjalan seiring dengan kapasitas akademiknya. Provinsi ini memiliki 317 program studi, menjadi jumlah tertinggi dalam tabel tersebut. Jawa Tengah mengikuti dengan 261 program studi, sedangkan Sulawesi Selatan memiliki 170 program studi.
Data ini menunjukkan bahwa Jawa Timur bukan hanya memiliki jumlah mahasiswa yang besar, tetapi juga menyediakan pilihan program studi yang relatif lebih banyak dibandingkan provinsi lain dalam cakupan tabel.
146.464 Mahasiswa Baru Masuk pada 2025
Dari sisi mahasiswa baru, perguruan tinggi negeri lingkup Kemenag secara nasional menerima 146.464 mahasiswa baru pada 2025.
Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa baru tertinggi, yakni 20.061 orang. Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan 17.619 mahasiswa baru.
Banten mencatat 12.615 mahasiswa baru, disusul Jawa Barat sebanyak 11.542 mahasiswa dan Sulawesi Selatan sebanyak 11.000 mahasiswa.
Angka mahasiswa baru penting untuk melihat skala penerimaan pendidikan tinggi pada satu periode. Namun, jumlah mahasiswa baru tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan tingkat pertumbuhan karena tabel yang ditampilkan merupakan gambaran kondisi tahun 2025 dan tidak menyediakan data pembanding dari tahun sebelumnya.
Lulusan Lebih dari 200 Ribu Orang
Aktivitas pendidikan tinggi tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa. Data 2025 mencatat sebanyak 212.497 lulusan dari perguruan tinggi negeri lingkup Kemenag/MoRA.
Jawa Timur kembali mencatat angka tertinggi dengan 29.377 lulusan. Jawa Tengah menyusul dengan 26.784 lulusan, sedangkan Banten mencatat 16.642 lulusan.
Jumlah lulusan tersebut memperlihatkan skala keluaran pendidikan tinggi keagamaan negeri dalam satu tahun. Lulusan menjadi salah satu indikator penting karena berkaitan dengan seberapa banyak mahasiswa yang menyelesaikan proses pendidikan dan kemudian memasuki tahap berikutnya, baik dunia kerja maupun pengembangan pendidikan.
Meski demikian, angka lulusan tidak dapat secara langsung dibandingkan dengan jumlah mahasiswa baru pada tahun yang sama sebagai ukuran kelulusan. Kedua indikator tersebut merepresentasikan kelompok mahasiswa pada tahapan pendidikan yang berbeda.
Jawa Timur Juga Memiliki 3.169 Dosen
Besarnya jumlah mahasiswa dan program studi di Jawa Timur turut terlihat dari jumlah tenaga pengajarnya. Data mencatat terdapat 3.169 dosen pada perguruan tinggi negeri lingkup Kemenag di provinsi tersebut.
Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan 2.260 dosen. Banten memiliki 1.635 dosen, sementara Jawa Barat tercatat 1.435 dosen.
Secara nasional, jumlah dosen mencapai 22.900 orang. Jika dibaca bersama dengan data mahasiswa, angka ini memberikan gambaran mengenai skala sumber daya manusia akademik yang menopang penyelenggaraan pendidikan tinggi negeri dalam lingkup Kemenag.
Namun, data pada tabel tidak merinci rasio dosen terhadap mahasiswa berdasarkan provinsi. Karena itu, perbandingan kualitas layanan akademik atau beban mengajar antarwilayah tidak dapat disimpulkan hanya dari jumlah dosen tersebut.
Sebaran Pendidikan Tinggi Tidak Seragam

Tabel 1.9 juga memperlihatkan variasi yang cukup lebar antarprovinsi. Aceh memiliki tujuh lembaga, menjadi jumlah institusi tertinggi dalam tabel, sementara Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing memiliki lima lembaga. Sulawesi Selatan juga tercatat memiliki lima lembaga.
Pada sisi lain, beberapa provinsi hanya memiliki satu perguruan tinggi negeri dalam lingkup Kemenag, seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat.
Perbedaan jumlah institusi tersebut membantu menjelaskan mengapa kapasitas pendidikan tinggi di setiap provinsi tidak sama. Jumlah program studi, mahasiswa, lulusan, serta dosen juga mengikuti karakteristik masing-masing wilayah.
Bagi calon mahasiswa, data seperti ini dapat menjadi gambaran awal mengenai sebaran pendidikan tinggi keagamaan negeri di Indonesia. Bagi pemerintah dan pengelola perguruan tinggi, informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar membaca kebutuhan kapasitas akademik dan distribusi sumber daya.
Kesimpulan
Statistik Pendidikan Tinggi 2025 menunjukkan bahwa perguruan tinggi negeri dalam lingkup Kemenag/MoRA memiliki skala nasional yang cukup besar, dengan 87 lembaga, 2.434 program studi, 770.933 mahasiswa terdaftar, 146.464 mahasiswa baru, 212.497 lulusan, dan 22.900 dosen. Jawa Timur tampil sebagai wilayah dengan jumlah mahasiswa, program studi, mahasiswa baru, lulusan, dan dosen tertinggi dalam tabel, sehingga menjadi salah satu pusat utama pendidikan tinggi negeri lingkup Kemenag pada 2025.
FAQ
- Berapa jumlah perguruan tinggi negeri dalam lingkup Kemenag pada 2025?
Berdasarkan Tabel 1.9, terdapat 87 perguruan tinggi berstatus negeri dalam lingkup Kemenag/MoRA. - Provinsi mana yang memiliki mahasiswa terbanyak?
Jawa Timur dengan 117.858 mahasiswa terdaftar. - Berapa jumlah program studi secara nasional?
Terdapat 2.434 program studi pada perguruan tinggi negeri dalam cakupan tabel. - Berapa mahasiswa baru yang tercatat pada 2025?
Jumlah mahasiswa baru mencapai 146.464 orang. - Berapa jumlah dosen pada perguruan tinggi negeri lingkup Kemenag?
Secara nasional terdapat 22.900 dosen, dengan Jawa Timur mencatat jumlah tertinggi, yaitu 3.169 dosen.
Sumber Data
Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kemdiktisaintek, Tabel 1.9 “Gambaran Umum Perguruan Tinggi (PT) Tiap Provinsi”, lingkup Kemenag/MoRA, status Negeri/Public, tahun 2025.