KampusTimes.com - Memilih program studi di perguruan tinggi tidak hanya soal minat dan prospek kerja. Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah lembaga yang memberikan akreditasi pada program studi tersebut, yaitu Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Sayangnya, masih banyak calon mahasiswa yang belum mengetahui cara menentukan LAM yang sesuai dengan program studi yang ingin dipilih.
Padahal, mengetahui LAM yang menaungi suatu program studi dapat membantu memastikan bahwa program tersebut telah dinilai berdasarkan standar mutu yang sesuai dengan bidang ilmunya. Selain itu, informasi ini juga penting untuk kebutuhan melanjutkan studi, melamar pekerjaan, hingga mengikuti seleksi beasiswa.
Apa Itu LAM?
Lembaga Akreditasi Mandiri atau LAM merupakan lembaga independen yang bertugas melakukan akreditasi terhadap program studi sesuai rumpun ilmu tertentu. Kehadiran LAM bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penilaian yang lebih spesifik berdasarkan karakteristik masing-masing bidang keilmuan.
Sebelumnya, seluruh akreditasi program studi dilakukan oleh BAN-PT. Namun, seiring berkembangnya sistem pendidikan tinggi di Indonesia, sebagian besar proses akreditasi program studi kini dialihkan kepada LAM sesuai bidangnya. Dengan adanya pembagian tersebut, proses penilaian menjadi lebih mendalam karena dilakukan oleh lembaga yang memiliki keahlian pada bidang ilmu tertentu.
Mengapa Mengetahui LAM Sangat Penting?
Banyak orang hanya melihat status akreditasi tanpa mengetahui siapa lembaga yang menerbitkannya. Padahal, informasi tersebut memiliki beberapa manfaat penting. Pertama, calon mahasiswa dapat memastikan bahwa program studi telah melalui proses evaluasi sesuai standar nasional bidang ilmunya.
Kedua, informasi mengenai LAM sering kali dibutuhkan saat mengurus penyetaraan ijazah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, hingga mengikuti berbagai seleksi profesional. Ketiga, mengetahui LAM juga membantu memahami standar kualitas yang diterapkan pada program studi yang dipilih.
Cara Mengetahui LAM yang Sesuai dengan Program Studi
Mengetahui LAM sebenarnya tidak sulit jika mengetahui sumber informasi yang tepat.
Cek Situs Resmi Perguruan Tinggi
Cara paling mudah adalah membuka laman resmi fakultas atau program studi. Biasanya, informasi mengenai akreditasi dicantumkan pada profil program studi. Di sana juga sering dijelaskan nama LAM yang memberikan akreditasi beserta masa berlaku sertifikatnya.
Periksa Sertifikat Akreditasi
Setiap program studi yang telah terakreditasi memiliki sertifikat resmi. Pada sertifikat tersebut tercantum nama lembaga akreditasi, nomor keputusan, peringkat akreditasi, hingga masa berlaku. Dokumen ini umumnya dapat diunduh melalui website kampus.
Kunjungi Website Resmi LAM
Apabila informasi di website kampus belum lengkap, Anda dapat mengunjungi situs resmi LAM sesuai rumpun ilmu. Setiap LAM biasanya menyediakan database program studi yang telah memperoleh akreditasi sehingga masyarakat dapat melakukan pencarian secara mandiri.
Gunakan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi
Data mengenai status program studi juga dapat ditemukan melalui sistem resmi pendidikan tinggi Indonesia. Melalui layanan tersebut, calon mahasiswa dapat mengecek legalitas program studi beserta informasi pendukung lainnya.
Hubungi Program Studi
Jika masih ragu, jangan sungkan menghubungi bagian administrasi atau humas program studi. Pihak kampus umumnya akan memberikan informasi terbaru mengenai status akreditasi dan LAM yang menaungi program tersebut.
Contoh LAM Berdasarkan Bidang Keilmuan

Setiap rumpun ilmu memiliki lembaga akreditasi yang berbeda.
Bidang Kesehatan
Program studi seperti Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat umumnya berada di bawah LAM bidang kesehatan.
Bidang Teknik
Program studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, dan sejenisnya berada pada LAM yang menangani rumpun keteknikan.
Bidang Kependidikan
Program studi pendidikan guru, pendidikan bahasa, pendidikan matematika, hingga pendidikan anak usia dini memiliki lembaga akreditasi sesuai rumpun kependidikan. Sementara itu, bidang ekonomi, informatika, pertanian, hukum, maupun ilmu sosial juga memiliki LAM masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Calon Mahasiswa
Masih banyak calon mahasiswa yang hanya melihat peringkat akreditasi tanpa mengecek masa berlakunya. Ada pula yang menganggap semua program studi dalam satu universitas memiliki status akreditasi yang sama. Padahal, akreditasi diberikan untuk setiap program studi secara terpisah sehingga hasilnya bisa berbeda.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan informasi dari sumber yang tidak resmi. Oleh karena itu, selalu pastikan informasi diperoleh melalui website perguruan tinggi, LAM terkait, atau pangkalan data resmi pendidikan tinggi.
Kesimpulan
Mengetahui LAM yang sesuai dengan program studi merupakan langkah penting sebelum memilih perguruan tinggi. Informasi ini tidak hanya membantu memastikan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan kepastian mengenai legalitas dan pengakuan program studi yang akan ditempuh.
Calon mahasiswa dapat mengeceknya melalui website resmi perguruan tinggi, sertifikat akreditasi, website LAM, pangkalan data pendidikan tinggi, maupun dengan menghubungi pihak kampus secara langsung. Dengan informasi yang akurat, proses memilih program studi akan menjadi lebih tepat dan terhindar dari kesalahan yang dapat berdampak di masa depan.
FAQ
Apa itu LAM? LAM adalah Lembaga Akreditasi Mandiri yang bertugas melakukan akreditasi program studi berdasarkan rumpun ilmu tertentu.
Apakah semua program studi memiliki LAM yang sama? Tidak. Setiap rumpun ilmu memiliki LAM yang berbeda sesuai bidang keilmuannya.
Di mana saya bisa mengetahui LAM suatu program studi? Melalui website resmi perguruan tinggi, sertifikat akreditasi, website LAM, atau pangkalan data pendidikan tinggi.
Mengapa mengetahui LAM itu penting? Karena membantu memastikan mutu, legalitas, serta pengakuan program studi yang dipilih.
Apakah akreditasi program studi dan akreditasi perguruan tinggi berbeda? Ya. Akreditasi program studi menilai masing-masing program studi, sedangkan akreditasi perguruan tinggi menilai institusi secara keseluruhan.