Jakarta, Kampus Times - Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) kembali mendorong penguatan kompetensi aparatur sipil negara melalui Forum Eksekutif Pengembangan Kompetensi ASN 2026. Forum tersebut mengangkat tema “Rebranding ASN Melalui Transformasi Hasil Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence.”
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya transformasi hasil pembelajaran dalam pengembangan kompetensi ASN di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Melalui tema tersebut, forum menempatkan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas ASN sekaligus mendorong perubahan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi aparatur.
Forum Eksekutif ASN Bahas Transformasi Pembelajaran Berbasis AI
Forum Eksekutif Pengembangan Kompetensi ASN 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Lembaga Administrasi Negara RI. Berdasarkan informasi pada poster kegiatan, peserta juga akan mendapatkan e-certificate.
Tema yang diangkat menyoroti konsep rebranding ASN melalui transformasi hasil pembelajaran berbasis AI. Topik tersebut relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur di tengah perubahan teknologi digital yang semakin cepat.
Hadirkan Keynote Speech dan Sejumlah Narasumber
Forum ini menghadirkan Dr. Muhammad Taufiq, Kepala Lembaga Administrasi Negara, sebagai keynote speech.
Selain itu, terdapat sejumlah narasumber yang akan memberikan perspektif dalam forum, yakni Deny Junanto, Direktur Pembelajaran Karier dan Sosial Kultural LAN; M. Harris Pratama, Widyaiswara Ahli Pertama pada Pusat Pembinaan Program Kementerian Sekretariat Negara; Taufik, Deputy Chairman MCORP; serta Giri Saptoaji, Direktur Permodelan dan Manajerial Kepemimpinan LAN.
Sementara itu, kegiatan akan dipandu oleh Zahrina Zul Tamimi, Widyaiswara Ahli Muda, sebagai moderator.
Kehadiran narasumber dari lingkungan pemerintahan dan sektor korporasi memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pengembangan kompetensi dan transformasi pembelajaran ASN.
AI dan Masa Depan Pengembangan Kompetensi ASN
Penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran menjadi salah satu isu penting dalam transformasi kompetensi aparatur. Teknologi tersebut dapat membuka peluang bagi proses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta dan perkembangan lingkungan kerja.
Namun, tema forum tidak sekadar menempatkan AI sebagai teknologi. Frasa “transformasi hasil pembelajaran” menunjukkan pentingnya melihat dampak pembelajaran terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja ASN.
Dalam konteks tersebut, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada proses memperoleh materi atau mengikuti pelatihan. Hasil pembelajaran perlu diterjemahkan menjadi kompetensi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.
Rebranding ASN di Era Digital
Konsep rebranding ASN yang menjadi bagian dari tema forum juga berkaitan dengan bagaimana aparatur menghadapi perubahan lingkungan kerja akibat perkembangan teknologi.
ASN dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan dan beradaptasi dengan kebutuhan organisasi. Penguasaan teknologi digital, kemampuan belajar secara berkelanjutan, serta kesiapan menghadapi perubahan menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi aparatur.
Pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu instrumen pendukung proses tersebut. Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman pembelajaran sekaligus membantu menciptakan pendekatan pengembangan kompetensi yang lebih relevan.
Pembelajaran Perlu Berorientasi pada Hasil

Transformasi pembelajaran juga menuntut adanya perhatian terhadap hasil yang diperoleh peserta setelah mengikuti proses pengembangan kompetensi.
Pembelajaran yang efektif idealnya memberikan dampak terhadap kemampuan ASN dalam menjalankan pekerjaan. Karena itu, penggunaan teknologi perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren digital.
Forum Dapat Diikuti Secara Daring
Berdasarkan poster resmi kegiatan, Forum Eksekutif Pengembangan Kompetensi ASN 2026 dapat diikuti secara daring melalui Zoom.
Peserta dapat menggunakan Meeting ID 813 3641 2260 dengan password 610067. Selain Zoom, informasi kegiatan juga mencantumkan tautan singkat https://s.id/Foreks serta kanal YouTube Lembaga Administrasi Negara RI sebagai alternatif untuk mengikuti siaran kegiatan.
Peserta yang mengikuti kegiatan juga memperoleh kesempatan mendapatkan e-certificate, sebagaimana tercantum dalam informasi publikasi kegiatan.
Mendorong Kompetensi ASN yang Adaptif
Forum Eksekutif Pengembangan Kompetensi ASN 2026 menjadi salah satu ruang untuk membahas arah pengembangan kompetensi aparatur di tengah perubahan teknologi.
Penggunaan AI dalam pembelajaran membawa peluang sekaligus kebutuhan untuk menyesuaikan pendekatan pengembangan kompetensi. ASN tidak hanya perlu memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara relevan dalam mendukung pekerjaan dan tujuan organisasi.
Dengan demikian, transformasi pembelajaran berbasis AI dapat diarahkan untuk membangun aparatur yang lebih adaptif, kompeten, dan siap menghadapi dinamika lingkungan pemerintahan di era digital.
Kesimpulan
Forum Eksekutif Pengembangan Kompetensi ASN 2026 mengangkat tema “Rebranding ASN Melalui Transformasi Hasil Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence” dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 09.00–12.00 WIB.
Forum menghadirkan Dr. Muhammad Taufiq sebagai keynote speech serta sejumlah narasumber dari LAN RI dan sektor korporasi. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan YouTube Lembaga Administrasi Negara RI, dengan e-certificate bagi peserta.
Tema yang diangkat memperlihatkan bahwa pemanfaatan AI dalam pengembangan kompetensi ASN perlu diarahkan pada hasil pembelajaran yang nyata. Teknologi bukan sekadar alat digital, tetapi dapat menjadi bagian dari transformasi pembelajaran untuk membentuk ASN yang adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan masa depan.