PADANG, Kampus Times - Memperingati Hari Mangrove Sedunia, Universitas Bung Hatta (UBH) bersama Kandui Care Foundation menggelar aksi kolaborasi strategis untuk melestarikan ekosistem mangrove dan menjaga habitat penyu di kawasan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Inisiatif lingkungan ini digulirkan guna merespons ancaman kerusakan pesisir serta abrasi pantai yang mengancam keanekaragaman hayati laut di wilayah terluar. Melalui aksi nyata penanaman bibit mangrove dan edukasi konservasi, kedua lembaga berkomitmen memperkuat daya dukung ekologi serta melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam menjaga kelestarian alam.
Inisiatif lingkungan ini tidak hanya memfokuskan kegiatan pada penghijauan kawasan pesisir, tetapi juga mencakup edukasi konservasi penyu yang habitat alaminya kian terancam akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim global.
Aksi Konservasi Pesisir dan Perlindungan Habitat Penyu
Pelaksanaan program pelestarian ini melibatkan tim akademisi, mahasiswa, serta relawan lokal yang bersama-sama mengidentifikasi titik kritis abrasi di Kepulauan Mentawai. Pohon mangrove dipillih sebagai benteng alami pesisir karena akarnya terbukti ampuh menahan erosi gelombang laut serta menjadi tempat pemijahan alami bagi fauna laut.
Beberapa pilar utama yang menjadi fokus dalam aksi kolaborasi lingkungan ini meliputi:
Penanaman Bibit Mangrove: Menanam ratusan bibit mangrove jenis unggul di area pesisir Mentawai yang mengalami degradasi fungsi ekologis.
Perlindungan Habitat Penyu: Melakukan pemantauan area pendaratan penyu bertelur serta memberikan edukasi kepada warga sekitar agar tidak memburu telur penyu secara liar.
Pemberdayaan Pesisir Berbasis Masyarakat: Mengedukasi komunitas lokal mengenai manfaat ekonomi jangka panjang dari ekosistem mangrove yang terjaga melalui potensi ekowisata.
Pihak Universitas Bung Hatta dan Kandui Care Foundation berharap sinergi ini dapat menjadi model konservasi pesisir yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai wilayah kepulauan lainnya di Indonesia.
Kesimpulan

Aksi bersama Universitas Bung Hatta dan Kandui Care Foundation dalam memperingati Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum krusial bagi pelestarian lingkungan pesisir di Mentawai. Dengan menyatukan kerja sama akademis, yayasan lingkungan, dan partisipasi warga lokal, upaya penyelamatan ekosistem mangrove dan habitat penyu ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan alam sekaligus melindungi wilayah pesisir dari dampak abrasi berkelanjutan.
FAQ
Apa tujuan utama kolaborasi antara Universitas Bung Hatta dan Kandui Care Foundation di Mentawai? Tujuan utamanya adalah memperingati Hari Mangrove Sedunia melalui aksi nyata pelestarian ekosistem mangrove serta perlindungan habitat penyu dari risiko abrasi dan kerusakan lingkungan.
Kapan dan di mana kegiatan pelestarian ekosistem mangrove ini dilaksanakan? Kegiatan pelestarian ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang berlokasi di kawasan pesisir Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Mengapa perlindungan ekosistem mangrove sangat penting bagi wilayah Kepulauan Mentawai? Hutan mangrove berfungsi sebagai benteng alami pemecah gelombang pencegah abrasi pantai, penyerap karbon, serta tempat berkembang biak berbagai biota laut dan penyu.
Siapa saja pihak yang terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan ini? Aksi ini melibatkan tim akademisi dan mahasiswa Universitas Bung Hatta, pengurus Kandui Care Foundation, serta komunitas masyarakat lokal Mentawai.
Apa dampak jangka panjang dari program konservasi mangrove dan penyu ini? Dampaknya mencakup terjaganya keanekaragaman hayati pesisir, terlindunginya daratan dari erosi laut, serta berkembangnya potensi ekowisata berbasis lingkungan di Mentawai.
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan lldikti10.kemdiktisaintek.go.id dengan judul asli "Peringati Hari Mangrove Sedunia, Universitas Bung Hatta dan Kandui Care Foundation Kolaborasi Lestarikan Mangrove dan Habitat Penyu di Mentawai" yang dipublikasikan pada bulan Agustus 2026.