Kampus Times - Menentukan research gap sering menjadi salah satu tantangan ketika mahasiswa maupun peneliti mulai menyusun penelitian. Tidak sedikit ide penelitian yang menarik, tetapi belum memiliki dasar yang cukup kuat untuk menunjukkan apa yang benar-benar belum terjawab dalam penelitian sebelumnya.
Di sisi lain, perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan berbagai peluang untuk membantu proses penelitian, mulai dari eksplorasi literatur hingga pemetaan topik. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan strategi agar AI tidak sekadar digunakan untuk menghasilkan teks, melainkan membantu peneliti membangun argumentasi dan menemukan celah penelitian secara sistematis.
Persoalan tersebut akan dibahas dalam webinar “Strategi Menyusun Research Gap & Metopen Menggunakan AI” yang diselenggarakan oleh Educativa.id melalui program Kelas Riset dan EduStatistics.
Kegiatan ini ditujukan bagi peserta yang ingin memahami alur penyusunan penelitian secara lebih terstruktur, mulai dari menemukan ide hingga menentukan metode penelitian yang sesuai.
Webinar Research Gap Digelar 26 Agustus 2026
Webinar dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 hingga 21.15 WIB.
Kegiatan dilaksanakan secara live melalui Zoom, sehingga peserta dapat mengikuti materi dari berbagai lokasi. Menariknya, webinar ini ditawarkan secara gratis.
Bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun siapa saja yang sedang mempersiapkan penelitian, topik yang dibahas cukup relevan karena research gap dan metodologi merupakan bagian penting dalam membangun penelitian yang memiliki landasan akademik kuat.
Dari Ide Penelitian hingga Research Gap
Salah satu fokus webinar adalah mempelajari alur menyusun penelitian secara sistematis. Proses penelitian idealnya tidak dimulai hanya dari menentukan judul, tetapi dari persoalan atau fenomena yang kemudian dikembangkan menjadi pertanyaan penelitian.
Memulai dari Ide dan Masalah
Ide penelitian dapat muncul dari berbagai sumber, seperti fenomena sosial, persoalan pendidikan, perkembangan teknologi, hasil penelitian sebelumnya, maupun kesenjangan antara teori dan praktik.
Namun, ide tersebut perlu dipertajam menjadi masalah penelitian yang jelas. Perumusan masalah membantu peneliti menentukan arah pencarian literatur sekaligus membatasi ruang lingkup penelitian.
Memahami Kajian Literatur
Setelah masalah ditentukan, peneliti perlu memahami penelitian terdahulu yang relevan. Kajian literatur bukan sekadar mengumpulkan banyak artikel, tetapi juga membaca pola, menemukan persamaan dan perbedaan hasil penelitian, serta melihat perkembangan kajian dalam bidang tertentu.
Tahap ini menjadi dasar penting untuk menemukan posisi penelitian yang akan dilakukan.
Menemukan Research Gap
Research gap dapat dipahami sebagai celah atau ruang yang masih dapat dikembangkan dari penelitian sebelumnya. Celah tersebut dapat muncul karena adanya keterbatasan penelitian terdahulu, perbedaan hasil, konteks yang belum dikaji, variabel yang belum banyak diteliti, maupun pendekatan tertentu yang masih jarang digunakan.
Menemukan research gap membutuhkan kemampuan membaca literatur secara kritis. Peneliti perlu melihat bukan hanya apa yang sudah diteliti, tetapi juga pertanyaan apa yang masih terbuka.
AI untuk Membantu Proses Penelitian
Perkembangan AI membuka peluang baru dalam mendukung aktivitas riset. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu eksplorasi topik, mengorganisasi informasi, memahami konsep, maupun mempercepat proses awal pencarian literatur.
Namun, penggunaan AI dalam penelitian tetap perlu dilakukan secara kritis. AI sebaiknya menjadi alat bantu bagi peneliti, bukan pengganti proses berpikir, verifikasi sumber, dan pengambilan keputusan akademik.
Dalam konteks research gap, pemanfaatan AI dapat diarahkan untuk membantu peneliti memetakan isu dan menemukan pola dari sejumlah literatur. Hasil eksplorasi tersebut tetap perlu diperiksa kembali menggunakan sumber ilmiah yang kredibel.
Memilih Metode Penelitian yang Tepat
Research gap yang kuat perlu diikuti dengan pemilihan metode penelitian yang sesuai. Metode bukan sekadar bagian formal dalam proposal, tetapi menjadi perangkat untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Pemilihan metode perlu mempertimbangkan karakteristik masalah, tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, populasi atau objek penelitian, serta pendekatan analisis yang digunakan.
Karena itu, pemahaman mengenai hubungan antara masalah penelitian, research gap, pertanyaan penelitian, dan metode menjadi penting agar desain penelitian tidak berjalan secara terpisah.
Hadirkan Dr. Pardomuan Robinson Sihombing

Webinar ini menghadirkan Dr. Pardomuan Robinson Sihombing, S.ST., M.Stat., CPS sebagai pemateri.
Dalam materi publikasi kegiatan, ia tercantum sebagai AI for Research Specialist, Senior Research Consultant Educativa.id, serta Statistician at BPS. Ia juga tercatat memiliki pengalaman menghasilkan lebih dari 200 karya ilmiah.
Latar belakang tersebut menjadi relevan dengan tema webinar yang menggabungkan aspek research gap, metodologi penelitian, dan pemanfaatan AI untuk riset.
Peserta tidak hanya diajak memahami konsep, tetapi juga diarahkan untuk melihat alur penelitian secara lebih sistematis.
Gratis, tetapi Tetap Perlu Persiapan
Karena webinar bersifat gratis, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin memperkuat kemampuan dasar dalam menyusun penelitian.
Peserta yang sedang mengerjakan skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, maupun proposal penelitian dapat memanfaatkan materi sebagai tambahan perspektif dalam menentukan arah riset.
Agar lebih maksimal, peserta dapat menyiapkan ide penelitian atau topik yang sedang dikembangkan sebelum mengikuti webinar. Dengan demikian, materi mengenai research gap dan metode penelitian dapat langsung dikaitkan dengan kebutuhan riset masing-masing.
Cara Daftar Webinar Research Gap
Pendaftaran webinar dapat dilakukan melalui tautan yang tercantum pada poster kegiatan:
Pendaftaran Webinar Research Gap Educativa.id
Informasi pada poster juga mencantumkan kontak person admin event, Eva, melalui nomor 087864860008.
Peserta disarankan melakukan pendaftaran sebelum kegiatan berlangsung dan memastikan informasi akses Zoom diperoleh setelah proses registrasi.
Kesimpulan
Menemukan research gap bukan sekadar mencari topik yang belum pernah diteliti. Proses tersebut membutuhkan kemampuan memahami masalah, membaca kajian literatur, mengidentifikasi keterbatasan penelitian sebelumnya, serta menghubungkannya dengan metode yang tepat.
Webinar “Strategi Menyusun Research Gap & Metopen Menggunakan AI” dari Educativa.id menawarkan pembahasan yang relevan bagi siapa saja yang ingin menyusun penelitian secara lebih sistematis. Pemanfaatan AI juga dapat menjadi bagian dari proses tersebut selama tetap disertai verifikasi sumber, pemikiran kritis, dan tanggung jawab akademik.
Dengan menghadirkan Dr. Pardomuan Robinson Sihombing, S.ST., M.Stat., CPS, webinar gratis pada 26 Agustus 2026 pukul 19.00–21.15 WIB ini dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk memperkuat fondasi riset sekaligus memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih strategis dalam proses penelitian.