Kampus Times - Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) akan menggelar webinar yang mengangkat isu kedaulatan digital dan bahaya rekrutmen militer asing. Kegiatan ini mengambil tema “Menjaga Kedaulatan Digital dan Bahaya Rekrutmen Militer Asing: Tantangan Hukum Pidana dan Solusi bagi Pelajar dan Diaspora Indonesia di Luar Negeri.”
Webinar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 15.00–17.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi pelajar dan diaspora Indonesia, khususnya yang berada di luar negeri, untuk memahami berbagai tantangan hukum dan keamanan yang berkembang di era digital.
Topik yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang semakin terhubung dengan teknologi, sekaligus menghadapi dinamika global yang dapat memengaruhi keamanan individu maupun kepentingan nasional.
Dua Perspektif Penting dalam Satu Forum
Webinar PERMIRA menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang berbeda. Kehadiran keduanya diharapkan memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai persoalan hukum, keamanan, pertahanan, serta posisi warga negara Indonesia di luar negeri.
Pakar Hukum Pidana Bahas Aspek Legal
Narasumber pertama adalah Assoc Prof. Dr. Hery Firmansyah, S.H., M.Hum., MPA, Dosen Hukum Pidana Universitas Tarumanagara.
Dari perspektif hukum pidana, pembahasan dapat menjadi penting bagi pelajar dan diaspora Indonesia untuk memahami konsekuensi hukum dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan keamanan, rekrutmen, maupun keterlibatan dalam aktivitas militer asing.
Pemahaman hukum menjadi semakin penting ketika seseorang berada di luar yurisdiksi Indonesia. Perbedaan aturan di setiap negara membuat warga negara perlu memiliki kesadaran hukum yang memadai agar tidak mengambil keputusan yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Perspektif Pertahanan dari Rusia
Narasumber kedua adalah Marsma TNI Budi Susilo, S.E., M.Han., M.M., Atase Pertahanan KBRI Moskow, Rusia.
Kehadiran perwakilan pertahanan Indonesia di Moskow memberikan perspektif strategis mengenai dinamika keamanan dan pertahanan yang dihadapi warga Indonesia di luar negeri. Perspektif tersebut juga penting untuk memperkaya pemahaman peserta mengenai risiko yang dapat muncul di tengah perubahan geopolitik dan perkembangan teknologi.
Kolaborasi perspektif hukum dan pertahanan diharapkan membuat diskusi tidak berhenti pada persoalan teoritis, tetapi dapat memberikan pemahaman praktis kepada peserta.
Kedaulatan Digital Menjadi Tantangan Era Modern
Kedaulatan digital menjadi salah satu isu utama yang semakin penting bagi Indonesia. Perkembangan teknologi membuat informasi, komunikasi, data pribadi, dan aktivitas masyarakat semakin bergantung pada ruang digital.
Dalam konteks tersebut, menjaga kedaulatan digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, termasuk pelajar dan diaspora Indonesia di luar negeri, juga memiliki peran dalam menjaga keamanan informasi dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Ancaman digital dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari penyalahgunaan data pribadi, manipulasi informasi, penipuan digital, hingga propaganda dan perekrutan melalui platform daring. Karena itu, literasi digital perlu berjalan beriringan dengan kesadaran hukum dan keamanan.
Memahami Bahaya Rekrutmen Militer Asing

Tema lain yang menjadi sorotan adalah bahaya rekrutmen militer asing. Bagi warga negara Indonesia yang tinggal atau belajar di luar negeri, pemahaman terhadap konsekuensi hukum dan keamanan dari keterlibatan dalam aktivitas militer asing menjadi hal yang penting.
Rekrutmen dapat berlangsung melalui berbagai saluran, termasuk jaringan sosial maupun platform digital. Kondisi tersebut membuat pelajar dan diaspora perlu memiliki kemampuan untuk mengenali informasi yang berisiko serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.
Webinar ini diharapkan menjadi ruang edukasi agar peserta tidak hanya memahami potensi ancaman, tetapi juga mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang berkaitan dengan keamanan dan hukum.
Ruang Edukasi bagi Pelajar dan Diaspora Indonesia
Pelajar Indonesia di luar negeri memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat global sekaligus representasi Indonesia. Karena itu, kemampuan memahami hukum, keamanan digital, dan dinamika internasional menjadi bagian penting dari pembentukan wawasan mereka.
Melalui webinar ini, PERMIRA membuka ruang bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidang hukum pidana serta pertahanan.
Diskusi semacam ini juga dapat memperkuat kesadaran bahwa keberadaan diaspora Indonesia di luar negeri tidak terlepas dari tanggung jawab untuk menjaga nama baik, keamanan, dan kepentingan bangsa.
Jadwal dan Cara Mengikuti Webinar
Webinar PERMIRA akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026
Waktu: 15.00–17.00 WIB
Platform: Zoom Meeting
Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui Pendaftaran Webinar Pemira. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui narahubung Julian Azhar (+7 991 934-10-50).
Informasi kegiatan turut mencantumkan akun Instagram @advokasipermira dan @permiraofficial sebagai kanal informasi terkait kegiatan.
Kesimpulan
Webinar PERMIRA tentang kedaulatan digital dan bahaya rekrutmen militer asing menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan keamanan bagi pelajar serta diaspora Indonesia di luar negeri.
Dengan menghadirkan perspektif hukum pidana dan pertahanan, kegiatan ini diharapkan membantu peserta memahami risiko yang berkembang di ruang digital maupun lingkungan internasional.
Di tengah perubahan teknologi dan dinamika global, menjaga keamanan bukan hanya tentang memahami ancaman, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengambil keputusan secara bijak. Bagi pelajar dan diaspora Indonesia, literasi digital, kesadaran hukum, serta wawasan kebangsaan menjadi bekal penting untuk tetap aman sekaligus menjaga kepentingan Indonesia di luar negeri.