Surabaya, Kampus Times - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali membuka ruang bagi akademisi dan peneliti untuk berbagi gagasan melalui The 9th International Conference on Education Innovation (ICEI) 2026. Konferensi internasional ini menjadi forum akademik untuk mendiskusikan perkembangan inovasi pendidikan di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa depan.
ICEI 2026 mengusung tema “Transformative Education Innovation in the Era of Artificial Intelligence: Advancing Inclusive, Sustainable, and Future-Ready Learning Ecosystems for Global Development Goals.”
Tema tersebut menempatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu faktor penting dalam transformasi pendidikan. Namun, inovasi yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan teknologi, melainkan juga bagaimana pendidikan dapat menjadi lebih inklusif, berkelanjutan, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi mendatang.
ICEI 2026 Digelar Secara Hybrid
Konferensi dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026. Pelaksanaan menggunakan format hybrid conference, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung di kampus maupun secara daring.
Untuk peserta luring, kegiatan berlangsung di Universitas Negeri Surabaya, Lidah Wetan Street, Surabaya, East Java, Indonesia. Sementara peserta yang mengikuti secara online dapat memanfaatkan platform Zoom.
Format hybrid memberikan fleksibilitas bagi peneliti dari berbagai wilayah dan negara untuk berpartisipasi tanpa harus seluruhnya hadir secara fisik di Surabaya.
Hadirkan Keynote Speakers Internasional
ICEI 2026 menghadirkan sejumlah keynote speakers dari berbagai negara. Kehadiran akademisi internasional menjadi bagian penting dari konferensi untuk memperluas perspektif mengenai perkembangan inovasi pendidikan global.
Beberapa pembicara yang tercantum dalam publikasi ICEI 2026 antara lain Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., Rector of UNESA, sebagai pembuka konferensi.
Selain itu, terdapat Silvia Wen-Yu Lee, Ph.D. dari National Taiwan Normal University, Taiwan; Prof. Madya Ts. Dr. Alias Bin Mat, dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM); serta Prof. Diana Toluebaevna Ismailova dari Aby Myrzakhmetov Kokshetau University, Kazakhstan.
Keynote speakers lainnya adalah Prof. Rastanura Bober dari Western Philippines University, Filipina; Prof. Ergash?va Guli Ismoil Kizi dari Uzbekistan State World Languages University, Uzbekistan; dan Dr. Chaiun Boonrung dari Silpakorn University, Thailand.
Komposisi pembicara tersebut menunjukkan cakupan ICEI 2026 yang tidak hanya berorientasi pada isu pendidikan Indonesia, tetapi juga membuka ruang dialog dengan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.
Delapan Cakupan Topik ICEI 2026
Call for Papers ICEI 2026 menyediakan delapan conference scopes yang dapat menjadi acuan bagi calon penulis dalam mengembangkan penelitian dan artikel ilmiahnya.
1. Transformative Learning dan Inovasi Kurikulum
Topik pertama mencakup transformative learning, curriculum innovation, and future education systems. Fokus ini dapat menjadi ruang untuk membahas perubahan pendekatan pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta sistem pendidikan yang diproyeksikan untuk kebutuhan masa depan.
2. Artificial Intelligence dan Digital Learning
ICEI 2026 juga secara khusus membuka ruang untuk penelitian mengenai Artificial Intelligence, Digital Learning, and Educational Technology Innovation.
Tema ini relevan dengan meningkatnya pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pengembangan media digital, personalisasi pendidikan, hingga inovasi teknologi untuk mendukung proses belajar-mengajar.
3. Pendidikan Inklusif dan Kesetaraan Digital
Cakupan berikutnya adalah Inclusive Education, Accessibility, and Learning Equity in the Digital Era. Isu ini menyoroti pentingnya memastikan perkembangan teknologi pendidikan tidak menciptakan kesenjangan baru bagi kelompok tertentu.
4. Bimbingan, Konseling, dan Kesejahteraan Siswa
ICEI 2026 juga mengakomodasi penelitian mengenai guidance, counseling, mental health, and student well-being in transformative education.
Pembahasan tersebut semakin relevan karena transformasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga aspek psikologis dan kesejahteraan peserta didik.
5. Pendidikan Anak Usia Dini dan Dasar
Topik kelima berfokus pada early childhood and primary education innovation for future generations. Peneliti dapat mengeksplorasi berbagai inovasi pembelajaran pada tahap pendidikan dasar sebagai fondasi perkembangan generasi masa depan.
6. Pendidikan Masyarakat dan Pembelajaran Sepanjang Hayat
Cakupan berikutnya meliputi community education, lifelong learning, and sustainable social transformation. Fokus ini membuka peluang penelitian mengenai pendidikan masyarakat dan pembelajaran sepanjang hayat dalam mendukung perubahan sosial berkelanjutan.
7. Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Manusia
ICEI 2026 juga menerima kajian mengenai educational psychology, human development, and learning innovation. Bidang ini dapat menghubungkan aspek perkembangan manusia dengan inovasi dalam proses pembelajaran.
8. Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja Masa Depan
Topik terakhir adalah vocational education, Industry 5.0, and future workforce development. Fokus tersebut menjadi semakin penting seiring perubahan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tuntutan kompetensi baru.
Jadwal Penting Call for Papers ICEI 2026

Calon peserta perlu memperhatikan sejumlah jadwal penting sebelum mengirimkan karya ilmiah. Berdasarkan informasi pada flyer, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak periode early bird.
Registration early bird berlangsung pada 8 Juli–15 Agustus 2026, sedangkan regular registration dijadwalkan pada 16 Agustus–10 September 2026.
Untuk penulis yang ingin berpartisipasi melalui karya ilmiah, abstract submission dibuka pada 6 Juli–31 Agustus 2026. Selanjutnya, proses paper review berlangsung pada 15 Agustus–21 September 2026.
Puncak kegiatan atau conference day dijadwalkan pada 24 September 2026.
Biaya Registrasi ICEI 2026
ICEI 2026 menyediakan kategori registrasi bagi peserta lokal maupun internasional.
Untuk peserta lokal, biaya early bird bagi presenter tercantum sebesar Rp300.000, sedangkan tarif regular sebesar Rp600.000. Sementara peserta lokal non-presenter atau attendee dikenakan Rp150.000 pada periode early bird dan Rp250.000 pada tarif regular.
Bagi peserta internasional, presenter dikenakan biaya USD30 untuk early bird dan USD50 untuk regular. Adapun peserta non-presenter atau attendee dikenakan USD10 pada early bird dan USD15 pada tarif regular.
Peserta perlu memperhatikan periode pendaftaran karena biaya registrasi berbeda berdasarkan kategori dan waktu pendaftaran.
Peluang Publikasi untuk Paper yang Diterima
Salah satu daya tarik ICEI 2026 adalah peluang publikasi bagi paper yang diterima dan dipresentasikan.
Dalam informasi konferensi, paper yang diterima dan dipresentasikan diarahkan pada sejumlah pilihan publikasi, termasuk publikasi pada jurnal SINTA 2 atau SINTA 3, prosiding internasional dengan ISBN, serta rekomendasi untuk pengajuan ke jurnal internasional yang relevan.
Publikasi tetap mengikuti proses review dan keputusan editorial dari jurnal atau penerbit yang dituju. Karena itu, peserta perlu memastikan naskah memenuhi ketentuan akademik dan teknis yang ditetapkan.
Informasi dan Pendaftaran ICEI 2026
Informasi lebih lanjut mengenai konferensi, call for papers, pendaftaran, dan ketentuan naskah dapat diakses melalui laman resmi ICEI UNESA.
Peserta juga dapat menghubungi panitia melalui kontak yang tercantum pada flyer, yaitu Ahmad Abdullah Zawawi (085733385011) dan Desika Mardiani (082233160080).
Kesimpulan
The 9th International Conference on Education Innovation (ICEI) 2026 menjadi forum akademik yang mempertemukan gagasan mengenai masa depan pendidikan di tengah perkembangan artificial intelligence dan transformasi digital.
Dengan delapan cakupan topik, konferensi ini memberikan ruang bagi peneliti untuk membahas isu mulai dari AI dan pembelajaran digital, pendidikan inklusif, kesehatan mental, pendidikan anak usia dini, hingga pendidikan vokasi dan Industry 5.0.
Bagi akademisi dan peneliti yang memiliki riset relevan, call for papers ICEI 2026 dapat menjadi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian di forum internasional sekaligus membuka peluang publikasi. Dengan jadwal abstract submission hingga 31 Agustus 2026, calon peserta masih memiliki waktu untuk menyiapkan naskah terbaiknya sesuai fokus konferensi.