News

UMPO Perkuat Kolaborasi Desa untuk Percepat Pembangunan Kawasan Perdesaan Ponorogo

14 Agustus 2026, 07:02 WIB / Tutut Septia Wati
UMPO Perkuat Kolaborasi Desa untuk Percepat Pembangunan Kawasan Perdesaan Ponorogo

UMPO Perkuat Kolaborasi Desa untuk Percepat Pembangunan Kawasan Perdesaan Ponorogo

Ponorogo, Kampus Times - Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) mengambil peran aktif dalam Rapat Fasilitasi Kerja Sama Desa dalam Mendukung Kawasan Perdesaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Siman, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan serta mengembangkan potensi yang dimiliki kawasan perdesaan di Kabupaten Ponorogo.

Kehadiran perguruan tinggi dalam forum kerja sama desa memiliki arti penting. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis pengetahuan, riset, serta kebutuhan nyata di lapangan.

UMPO Tawarkan Peran Perguruan Tinggi sebagai Mitra Desa

UMPO Tawarkan Peran Perguruan Tinggi sebagai Mitra Desa

Kepala Bagian Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMPO, Dr. Dwi Estiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan materi mengenai sinkronisasi program dan kegiatan perguruan tinggi dengan pengembangan potensi desa melalui skema kerja sama desa dengan pihak ketiga.

Melalui pemaparan tersebut, UMPO memperkenalkan posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah desa. Kerja sama yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang memiliki manfaat konkret bagi masyarakat.

Program Disesuaikan dengan Kebutuhan Desa

Kerja sama antara perguruan tinggi dan desa dapat diwujudkan dalam berbagai bidang. Beberapa di antaranya mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian aplikatif, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai program lain yang relevan dengan kebutuhan desa.

Pendekatan tersebut memungkinkan potensi lokal dikembangkan melalui dukungan keilmuan dan sumber daya perguruan tinggi. Di sisi lain, desa memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan kebutuhan serta persoalan yang membutuhkan dukungan akademik.

Dengan pola kolaborasi yang terarah, program perguruan tinggi dapat menjadi lebih relevan dengan kondisi masyarakat. Desa pun dapat memperoleh manfaat berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus penguatan potensi ekonomi, sosial, dan kelembagaan.

Pemerintah Daerah Tekankan Pentingnya Kerja Sama Desa

Pemerintah Daerah Tekankan Pentingnya Kerja Sama Desa

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Ponorogo, Anik Purwani, S.STP., M.Si. Ia menyampaikan materi mengenai peran strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa melalui pola kerja sama desa.

Pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam menciptakan ekosistem kerja sama yang mendukung kebutuhan desa. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi salah satu faktor penting agar setiap program dapat berjalan sesuai arah pembangunan yang telah ditetapkan.

Sesi berikutnya menghadirkan Kepala Bidang Penaatan dan Kerja Sama Desa Dinas PMD Jawa Timur, Mochamad Wahyudi, S.STP., M.Si. Ia memberikan penjelasan mengenai regulasi teknis tata cara kerja sama desa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 96 Tahun 2017.

Penjelasan mengenai aspek regulasi menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Pemahaman terhadap aturan diperlukan agar kerja sama desa dengan berbagai pihak memiliki landasan yang jelas, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Diskusi Jadi Ruang Menyatukan Kepentingan

Setelah pemaparan materi dari para narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Sesi tersebut menjadi ruang untuk memperdalam berbagai gagasan mengenai pelaksanaan kerja sama desa dan peluang sinergi dengan perguruan tinggi.

Keterlibatan berbagai pihak dalam satu forum juga membuka peluang terbentuknya jejaring kerja sama yang lebih luas. Pemerintah desa dapat menyampaikan potensi dan kebutuhannya, sementara perguruan tinggi dapat menawarkan kapasitas akademik yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Kehadiran Camat Siman, Setya Antari, S.Sos., bersama jajaran pemangku kepentingan terkait semakin memperkuat forum sebagai wadah koordinasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi pengembangan kerja sama yang berkelanjutan di Kabupaten Ponorogo.

Kolaborasi Berkelanjutan untuk Kemandirian Desa

Keterlibatan UMPO dalam kegiatan ini menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi yang terarah. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik yang dapat dimanfaatkan untuk membantu desa mengidentifikasi persoalan, mengembangkan potensi, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

Bagi desa, kerja sama dengan perguruan tinggi juga dapat menjadi peluang untuk memperoleh pendampingan berbasis ilmu pengetahuan. Hal ini penting terutama ketika desa menghadapi tantangan dalam mengembangkan sumber daya manusia, mengoptimalkan potensi lokal, maupun merancang program pembangunan yang berkelanjutan.

Ke depan, sinergi antara UMPO, pemerintah daerah, dan pemerintah desa diharapkan mampu menghasilkan kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penguatan jejaring menjadi langkah penting agar potensi kawasan perdesaan dapat berkembang secara optimal.

Kesimpulan

Rapat Fasilitasi Kerja Sama Desa dalam Mendukung Kawasan Perdesaan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa. Keterlibatan UMPO menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pengembangan sumber daya manusia.

Dengan kolaborasi yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal, kerja sama desa berpeluang menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor tersebut pada akhirnya dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan di Kabupaten Ponorogo.

FAQ

  1. Kapan kegiatan Rapat Fasilitasi Kerja Sama Desa dilaksanakan? Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
  2. Di mana kegiatan tersebut berlangsung? Kegiatan berlangsung di Balai Desa Siman, Kabupaten Ponorogo.
  3. Siapa narasumber dari UMPO? Narasumber dari UMPO adalah Kepala BKUI UMPO, Dr. Dwi Estiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
  4. Apa fokus materi yang disampaikan UMPO? Materinya membahas sinkronisasi program perguruan tinggi dengan pengembangan potensi desa melalui skema kerja sama desa dengan pihak ketiga.
  5. Bidang apa saja yang dapat dikolaborasikan dengan perguruan tinggi? Kolaborasi dapat mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian aplikatif, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta program lain sesuai kebutuhan desa.

Topik Terkait

Trending Hari Ini