Life & Campus

YBCK Gandeng Dinsos Jateng dan UNICEF Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak

8 Agustus 2026, 08:59 WIB / Tutut Septia Wati
YBCK Gandeng Dinsos Jateng dan UNICEF Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak

YBCK Gandeng Dinsos Jateng dan UNICEF Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak

Semarang, Kampus Times - Upaya memperkuat ketahanan keluarga, pengasuhan, dan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Komitmen tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi Yayasan Bina Cinta Keluarga (YBCK) bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan UNICEF di Semarang, Jumat (7/8/2026).

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera.

Ketua YBCK, Prof. Azam Syukur Rahmatullah, hadir didampingi Ilham Sahreza, S.H., selaku Tim Humas Yayasan Bina Cinta Keluarga. Dalam pertemuan tersebut, YBCK memaparkan visi serta sejumlah program yang selama ini dikembangkan untuk memperkuat fungsi keluarga dan perlindungan anak.

YBCK Dorong Gerakan Penyehatan Keluarga

Prof. Azam menjelaskan bahwa YBCK hadir sebagai pusat gerakan penyehatan keluarga dan anak. Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada edukasi, tetapi juga pendampingan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas orang tua dalam menjalankan fungsi pengasuhan.

Menurutnya, keluarga saat ini menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Konflik rumah tangga, pola asuh yang kurang tepat, kekerasan terhadap anak, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi membutuhkan penanganan yang komprehensif.

"Persoalan keluarga saat ini semakin kompleks. Berbagai tantangan seperti konflik rumah tangga, pola asuh yang kurang tepat, kekerasan terhadap anak, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi membutuhkan penanganan yang komprehensif," ujar Prof. Azam.

Karena itu, ia menilai gerakan penyehatan keluarga tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi sosial, dunia usaha, lembaga internasional, dan masyarakat diperlukan agar berbagai program dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

Program Parenting hingga Pendampingan Keluarga Rentan

Dalam audiensi tersebut, YBCK memaparkan sejumlah program strategis yang telah dijalankan. Program tersebut meliputi pendidikan parenting berbasis nilai-nilai Islam dan psikologi, penguatan ketahanan keluarga, pendampingan keluarga rentan, edukasi perlindungan anak, serta pelatihan bagi orang tua dan calon orang tua.

YBCK juga mengembangkan desa binaan keluarga sehat sebagai salah satu pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga. Model tersebut diharapkan dapat menjadi ruang penguatan kapasitas keluarga sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, audiensi membahas peluang kerja sama dalam peningkatan kualitas pengasuhan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan kesehatan mental keluarga, serta pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Dinsos Jateng Buka Ruang Kolaborasi

Dinsos Jateng Buka Ruang Kolaborasi

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, M.Si., menyambut baik inisiatif YBCK dalam membangun gerakan penyehatan keluarga dan perlindungan anak melalui pendekatan kolaboratif.

Menurut Imam, penguatan ketahanan keluarga merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Keluarga juga menjadi lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak sehingga penguatan fungsi keluarga memiliki dampak terhadap kualitas sumber daya manusia.

"Kami mengapresiasi kehadiran Yayasan Bina Cinta Keluarga yang memiliki perhatian besar terhadap isu keluarga dan anak. Apa yang dipaparkan hari ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak," ungkap Imam.

Ia menegaskan, berbagai persoalan sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, pengasuhan yang belum optimal, hingga persoalan kesehatan mental keluarga membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

"Karena itu kami sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat, akademisi, dan mitra internasional seperti UNICEF," katanya.

Usulan Kerja Sama Akan Ditindaklanjuti

Dinsos Jawa Tengah selanjutnya akan mempelajari berbagai usulan kerja sama yang disampaikan YBCK. Fokus yang menjadi perhatian antara lain penguatan kapasitas keluarga, edukasi parenting, perlindungan anak, pemberdayaan keluarga rentan, serta pengembangan model desa ramah keluarga.

Dalam bidang rehabilitasi sosial, YBCK menawarkan peluang kolaborasi berupa pembinaan anak terlantar, penguatan kapasitas Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan melalui pembinaan pengasuh dan layanan konseling.

Kerja sama juga dapat diarahkan pada perlindungan anak yang membutuhkan pelayanan khusus serta rehabilitasi sosial bagi anak yang menghadapi permasalahan sosial.

Sementara dalam bidang pemberdayaan sosial, kolaborasi dapat mencakup penguatan kemitraan dengan yayasan, organisasi sosial, dan lembaga masyarakat. Peningkatan kapasitas lembaga sosial serta pembinaan relawan sosial juga menjadi bagian dari usulan yang dibahas.

Imam berharap audiensi tersebut menjadi awal terbentuknya kemitraan yang konkret dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara program pemerintah dengan dukungan organisasi masyarakat dan mitra internasional dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat Jawa Tengah maupun Indonesia.

Menuju Keluarga Indonesia yang Lebih Tangguh

Menuju Keluarga Indonesia yang Lebih Tangguh

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Prof. Azam berharap sinergi antara YBCK, Dinsos Jawa Tengah, dan UNICEF dapat berkembang menjadi berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami ingin Yayasan Bina Cinta Keluarga menjadi pusat gerakan penyehatan keluarga yang mampu mempertemukan kekuatan akademisi, pemerintah, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan keluarga Indonesia yang harmonis, tangguh, serta mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia," ujarnya.

Bagi YBCK, perluasan jejaring kemitraan di tingkat daerah, nasional, maupun internasional menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan keluarga. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjawab persoalan keluarga saat ini, tetapi juga membangun fondasi sosial yang kuat bagi generasi mendatang.

Penguatan keluarga pada akhirnya berkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia. Keluarga yang sehat dan tangguh diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Kesimpulan

Audiensi YBCK dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan UNICEF menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pengasuhan anak, perlindungan anak, ketahanan keluarga, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Respons positif Dinsos Jateng menunjukkan terbukanya peluang untuk mengembangkan kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan. Jika berbagai usulan dapat ditindaklanjuti melalui program yang tepat sasaran, sinergi ini berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi keluarga dan anak.

Penguatan ketahanan keluarga bukan hanya persoalan sosial, melainkan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk membangun keluarga Indonesia yang sehat, tangguh, dan mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

FAQ

  1. Kapan audiensi YBCK dengan Dinsos Jateng dan UNICEF berlangsung? Audiensi berlangsung di Semarang pada Jumat, 7 Agustus 2026.
  2. Apa fokus utama audiensi tersebut? Fokusnya meliputi penguatan pengasuhan anak, ketahanan keluarga, perlindungan anak, kesehatan mental keluarga, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
  3. Program apa saja yang telah dijalankan YBCK? YBCK menjalankan pendidikan parenting, pendampingan keluarga rentan, edukasi perlindungan anak, pelatihan orang tua dan calon orang tua, serta pengembangan desa binaan keluarga sehat.
  4. Apa respons Dinsos Jawa Tengah? Dinsos Jateng menyambut baik inisiatif YBCK dan terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi sosial, akademisi, serta mitra internasional seperti UNICEF.
  5. Apa tujuan jangka panjang kerja sama tersebut? Kerja sama diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan perlindungan anak, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Topik Terkait

Trending Hari Ini