News

DAMPIT-PINTER UM Dorong Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Berbasis Digital di Kecamatan Dampit

8 Agustus 2026, 17:55 WIB / Tutut Septia Wati
DAMPIT-PINTER UM Dorong Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Berbasis Digital di Kecamatan Dampit

DAMPIT-PINTER UM Dorong Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Berbasis Digital di Kecamatan Dampit

Malang, Kampus Times – Universitas Negeri Malang (UM) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Departemen Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, mendorong penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua melalui inovasi digital DAMPIT-PINTER.

Program tersebut diperkenalkan melalui pelatihan dan workshop bertajuk Transformasi Manajemen Partisipasi Orang Tua Berbasis Platform Kolaboratif DAMPIT-PINTER (Dampit: Partisipasi Integratif–Pendidikan Terpadu) yang berlangsung di SDN 4 Dampit, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini diikuti 57 tenaga administrasi sekolah/operator sekolah dari SDN se-Kecamatan Dampit. Meski menjadi lokasi pelaksanaan, SDN 4 Dampit bukan satu-satunya sasaran program karena kegiatan diarahkan untuk memperkuat kapasitas sekolah dasar negeri di wilayah Kecamatan Dampit.

DAMPIT-PINTER Bukan Sekadar Platform Komunikasi

DAMPIT-PINTER dikembangkan sebagai platform kolaboratif yang diarahkan untuk menjadi instrumen manajemen partisipasi orang tua. Konsep tersebut menempatkan teknologi bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai bagian dari tata kelola hubungan sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Platform ini mengintegrasikan tiga komponen utama, yakni Dashboard Manajerial Sekolah, E-Monitoring Karakter dan Akademik, serta Kanal Aspirasi dan Kontribusi.

Pengembangan DAMPIT-PINTER berangkat dari sejumlah kebutuhan di lingkungan sekolah. Di antaranya kesenjangan informasi antara sekolah dan rumah, belum optimalnya monitoring perkembangan peserta didik secara kolaboratif, serta pengelolaan dan dokumentasi kontribusi masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi.

Melalui platform tersebut, informasi sekolah, perkembangan peserta didik, aspirasi orang tua, hingga kontribusi masyarakat diharapkan dapat dikelola dalam satu ekosistem kolaboratif.

UM Perkuat Peran Operator Sekolah

Ketua Tim PKM UM, Prof. Dr. Raden Bambang Sumarsono, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan tidak semestinya berhenti pada penggunaan aplikasi.

Menurutnya, teknologi perlu ditempatkan sebagai bagian dari transformasi tata kelola pendidikan sekaligus penguatan kolaborasi sekolah dengan orang tua. Karena itu, DAMPIT-PINTER dirancang tidak hanya sebagai platform digital, tetapi juga sebagai pola manajemen partisipasi yang lebih sistematis.

Peran operator sekolah menjadi perhatian penting dalam program ini. Operator berada pada posisi strategis karena berhadapan langsung dengan pengelolaan data dan layanan informasi sekolah.

Penguatan kapasitas operator diharapkan dapat mendukung pemanfaatan DAMPIT-PINTER secara efektif dan berkelanjutan di masing-masing satuan pendidikan.

Pelatihan Menggabungkan Materi dan Praktik

Pelatihan Menggabungkan Materi dan Praktik

Unduh DAMPIT-PINTER

Peserta Belajar Mengelola Platform

Dalam workshop tersebut, Khoirul Anam, S.Pd., M.Pd., alumnus Program Studi S2 Manajemen Pendidikan, hadir sebagai narasumber. Ia memberikan penguatan mengenai manajemen partisipasi orang tua dan pemanfaatan platform kolaboratif dalam mendukung tata kelola pendidikan.

Materi pelatihan mencakup transformasi manajemen partisipasi orang tua, komunikasi sekolah-orang tua berbasis digital, pengenalan DAMPIT-PINTER, pengelolaan dashboard sekolah, e-monitoring perkembangan karakter dan akademik, hingga pengelolaan aspirasi serta kontribusi orang tua.

Peserta juga mengikuti praktik dan simulasi penggunaan platform. Pendekatan tersebut membuat pelatihan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi memberikan pengalaman awal kepada operator untuk mengimplementasikan sistem dalam pengelolaan layanan informasi di sekolah.

Dukungan Pengawas dan Sekolah

Pada pembukaan kegiatan, hadir Kepala SDN 4 Dampit Sukardi, S.Pd., Koordinator Pengawas Sekolah Kecamatan Dampit Sutrisno, S.Pd., M.M., M.Pd., serta Pengawas Sekolah Kecamatan Dampit Hariadi, S.Pd., M.Pd.

Sutrisno mengapresiasi kegiatan PKM yang dilaksanakan Departemen Manajemen Pendidikan UM. Menurutnya, pengenalan DAMPIT-PINTER relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan dalam membangun kolaborasi yang lebih baik bersama orang tua.

Sementara itu, Sukardi menyambut baik pelaksanaan workshop di SDN 4 Dampit. Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan, termasuk melalui penguatan komunikasi antaroperator sekolah maupun media komunikasi lainnya.

Menurut Sukardi, program tersebut juga memberikan manfaat dalam pengelolaan informasi dan data sekolah, termasuk data guru, siswa, dan orang tua.

DIRA Menjadi Kerangka Keberlanjutan Program

DIRA Menjadi Kerangka Keberlanjutan Program

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Salah satu aspek penting dalam program DAMPIT-PINTER adalah penggunaan pendekatan DIRA, yaitu Diagnosis, Implementasi, Refleksi, dan Adaptif.

Pendekatan tersebut dirancang agar kegiatan pengabdian tidak berhenti pada pengenalan teknologi. Setelah tahap diagnosis, sekolah didorong memasuki tahap implementasi, melakukan refleksi terhadap penggunaan platform, kemudian melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Perspektif tersebut menjadi penting dalam transformasi digital pendidikan. Sebab, keberhasilan sebuah platform bukan hanya ditentukan oleh keberadaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pengguna, kesiapan organisasi, konsistensi penerapan, dan keberlanjutan pengembangannya.

Hal tersebut juga menjadi perhatian peserta. Zakaria, salah satu operator sekolah, mengapresiasi DAMPIT-PINTER dan berharap terdapat kepastian keberlanjutan platform setelah kegiatan pelatihan selesai.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya membutuhkan pengenalan teknologi, tetapi juga pendampingan dan sistem yang dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah.

Kolaborasi UM dan Sekolah Berlanjut

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen Departemen Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, UM, dengan Prof. Dr. Raden Bambang Sumarsono, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua.

Tim juga terdiri atas Prof. Dr. Agus Timan, M.Pd., Dr. Teguh Triwiyanto, S.Pd., M.Pd., dan Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd. Selain dosen, kegiatan melibatkan mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Pendidikan UM, yaitu Anita Dwi Nirmalasari, Devindra Herva Dwi Putra, dan Muhammad Wildan Ramadani.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pengalaman praktis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan teknis program.

Dengan melibatkan 57 tenaga administrasi/operator sekolah, DAMPIT-PINTER diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem manajemen partisipasi orang tua yang lebih terintegrasi di Kecamatan Dampit.

Kesimpulan

DAMPIT-PINTER menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan dapat diarahkan lebih jauh daripada sekadar penggunaan aplikasi. Melalui integrasi dashboard manajerial, e-monitoring perkembangan peserta didik, serta kanal aspirasi dan kontribusi, sekolah memiliki peluang untuk mengelola partisipasi orang tua secara lebih sistematis.

Keberlanjutan menjadi faktor penting agar inovasi tersebut benar-benar memberikan dampak. Dengan pendekatan DIRA, penguatan kapasitas operator, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, DAMPIT-PINTER berpotensi menjadi model pengembangan tata kelola partisipasi orang tua yang lebih terarah, terdokumentasi, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan.

Topik Terkait

Trending Hari Ini