Bandung, Kampus Times - Perjalanan akademik Dr. Achmad Rozi, SE MM CPHCM CQRM mencapai tonggak baru setelah berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Pasundan, Bandung.
Achmad Rozi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan memperoleh IPK 3,70 dalam ujian promosi doktor yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sekaligus menambah kontribusi intelektual di bidang ilmu manajemen, khususnya terkait sumber daya manusia dan kinerja dosen di perguruan tinggi swasta.
Fokus pada Kompetensi dan Kinerja Dosen
Dalam disertasinya, Achmad Rozi mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Kompetensi dan Budaya Organisasi terhadap Komitmen Organisasional dan Organizational Citizenship Behavior serta Implikasinya pada Kinerja Dosen (Survey pada Dosen PTS di Kota dan Kabupaten Serang Provinsi Banten)”.
Topik tersebut menempatkan dosen sebagai salah satu elemen penting dalam keberlangsungan dan kualitas perguruan tinggi. Kinerja dosen tidak hanya dipengaruhi kemampuan akademik secara individual, tetapi juga berkaitan dengan budaya organisasi serta komitmen terhadap institusi.
Penelitian ini juga memasukkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai salah satu aspek yang dikaji. Dalam konteks organisasi, OCB berkaitan dengan perilaku positif yang dilakukan anggota organisasi secara sukarela dan dapat mendukung efektivitas institusi.
Mengkaji Dosen Perguruan Tinggi Swasta
Objek penelitian diarahkan pada dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota dan Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pemilihan objek tersebut memberikan konteks yang spesifik mengenai dinamika pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi swasta.
Kompetensi dosen menjadi salah satu faktor penting karena tuntutan terhadap tenaga akademik terus berkembang. Selain mengajar, dosen dituntut aktif dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan profesional, serta berbagai aktivitas akademik dan kelembagaan.
Di sisi lain, budaya organisasi turut menentukan bagaimana individu bekerja dan berinteraksi dalam sebuah institusi. Budaya organisasi yang sehat dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong kolaborasi, tanggung jawab, dan pencapaian tujuan bersama.
Dibimbing Akademisi Berpengalaman
Dalam proses penyelesaian studi doktoralnya, Achmad Rozi mendapatkan bimbingan dari akademisi berpengalaman.
Promotor disertasinya adalah Prof. Dr. Ir. Iman Sudirman, DEA, sedangkan co-promotor adalah Prof. Dr. Horas Djulius, SE M.Si.
Sidang dipimpin sekaligus menghadirkan Prof. Dr. Azhar Affandi, M.Sc. sebagai ketua sidang dan penguji.
Dewan penguji lainnya terdiri atas Prof. Dr. Bambang Heru P., MP, Prof. Dr. Jaja Suteja, SE M.Si., Assoc. Prof. Dr. Heru Setiawan, SE MM, dan Assoc. Prof. Dr. Elizabeth Wijaya, SM MM.
Dari Aktivis HMI hingga Doktor Manajemen
Pencapaian Achmad Rozi juga memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia berasal dari Komisariat FEB Universitas Cokroaminoto Yogyakarta dan HMI Cabang Yogyakarta.
Dalam perjalanan organisasinya, Achmad Rozi pernah dipercaya sebagai Bendahara Umum HMI Cabang Yogyakarta periode 1997–1998.
Berdasarkan informasi yang dibagikan, ia kemudian tercatat sebagai doktor alumni HMI ke-43 pada 2026. Pencapaian tersebut menambah daftar alumni HMI yang menyelesaikan pendidikan doktoral sepanjang tahun ini.
Perjalanan dari aktivitas kemahasiswaan menuju jenjang akademik doktoral menunjukkan bahwa pengalaman organisasi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kapasitas profesional dan intelektual.
Relevansi Penelitian bagi Perguruan Tinggi

Penelitian mengenai kinerja dosen memiliki relevansi kuat dengan tantangan perguruan tinggi saat ini. Institusi pendidikan tinggi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki komitmen terhadap organisasi dan mampu membangun budaya kerja yang produktif.
Kinerja dosen pada akhirnya memiliki keterkaitan dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima mahasiswa. Ketika dosen memiliki kompetensi, komitmen, dan perilaku organisasi yang baik, lingkungan akademik dapat berkembang menjadi lebih kolaboratif dan produktif.
Pentingnya Budaya Organisasi
Budaya organisasi juga menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Perguruan tinggi dengan budaya yang mendukung komunikasi, kolaborasi, integritas, dan pengembangan profesional berpotensi menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.
Karena itu, pengembangan kinerja dosen tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi individual. Institusi juga perlu membangun sistem dan budaya organisasi yang memungkinkan kompetensi tersebut berkembang dan memberikan dampak nyata.
Harapan untuk Pengembangan Ilmu Manajemen
Gelar doktor bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan fokus penelitian pada kompetensi, budaya organisasi, komitmen, OCB, dan kinerja dosen, hasil kajian Achmad Rozi dapat menjadi bagian dari diskursus mengenai pengelolaan sumber daya manusia di perguruan tinggi.
Kontribusi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian, pendidikan, maupun praktik manajemen yang mendukung peningkatan kualitas organisasi pendidikan tinggi.
Kesimpulan
Dr. Achmad Rozi, SE MM CPHCM CQRM resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Pasundan dengan predikat sangat memuaskan dan IPK 3,70 pada Jumat, 31 Juli 2026.
Disertasinya mengkaji pengaruh kompetensi dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasional serta Organizational Citizenship Behavior dan implikasinya terhadap kinerja dosen PTS di Kota dan Kabupaten Serang, Banten.
Selain menjadi pencapaian akademik pribadi, perjalanan tersebut juga memperlihatkan kesinambungan antara pengalaman organisasi, pengembangan profesional, dan pendidikan tinggi. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pengembangan manajemen sumber daya manusia, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
FAQ
- Siapa Dr. Achmad Rozi? Dr. Achmad Rozi, SE MM CPHCM CQRM adalah akademisi dan profesional yang meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Pasundan.
- Kapan Dr. Achmad Rozi meraih gelar doktor? Ia dinyatakan lulus dalam ujian promosi doktor pada Jumat, 31 Juli 2026, di Universitas Pasundan, Bandung.
- Berapa IPK dan predikat kelulusannya? Dr. Achmad Rozi meraih IPK 3,70 dengan predikat sangat memuaskan.
- Apa fokus disertasinya? Penelitiannya mengkaji pengaruh kompetensi dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasional dan Organizational Citizenship Behavior serta implikasinya terhadap kinerja dosen PTS di Kota dan Kabupaten Serang.
- Apa latar belakang organisasi Dr. Achmad Rozi? Ia berasal dari Komisariat FEB Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, HMI Cabang Yogyakarta, dan pernah menjadi Bendahara Umum HMI Cabang Yogyakarta periode 1997–1998.