News

Inovasi Pangan Lokal Dosen UMBY untuk Pemberdayaan Santriwati

5 Agustus 2026, 11:14 WIB / Afif Alauddin
Sumber lldikti5.kemdiktisaintek.go.id dirapikan AI

Sumber lldikti5.kemdiktisaintek.go.id dirapikan AI

YOGYAKARTA, Kampus Times - Tim dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meluncurkan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan olahan pangan lokal dengan menyulap buah pepaya menjadi keripik Mustofa. Program kemitraan ini digelar untuk membekali para santriwati dengan keterampilan wirausaha berbasis potensi pertanian daerah. Melalui transfer teknologi pengolahan pangan ini, dosen UMBY berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas hortikultura yang melimpah.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung interaktif tersebut mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilahan bahan baku pepaya muda, teknik pemotongan presisi, pengolahan bumbu khas Mustofa, hingga proses penggorengan dan pengemasan yang higienis.

Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas dan Keterampilan Wirausaha

Pengolahan pepaya menjadi keripik Mustofa dipilih karena bahan bakunya sangat mudah didapatkan dengan harga terjangkau, namun memiliki potensi nilai ekonomi tinggi jika diolah secara kreatif. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan aspek teknis pembuatan olahan pangan, tetapi juga memberikan wawasan dasar mengenai tata cara penghitungan harga pokok produksi (HPP) dan strategi pemasaran produk.

Beberapa pilar utama yang menjadi fokus dalam pelatihan oleh dosen THP UMBY meliputi:

  • Teknik Pengolahan Pangan Higienis: Menerapkan standar sanitasi dan keamanan pangan selama proses produksi agar keripik tahan lama tanpa bahan pengawet sintesis.

  • Diversifikasi Produk Lokal: Mengubah pepaya muda yang biasanya hanya diolah sebagai sayur menjadi camilan bernilai jual tinggi.

  • Strategi Kemasan dan Pemasaran: Memberikan bimbingan desain kemasan yang menarik serta tata cara pemasaran berbasis digital maupun jaringan pesantren.

Pihak pengelola pondok pesantren menyambut hangat program pemberdayaan ini. Keterampilan baru ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi unit usaha mandiri pesantren yang mampu menopang kebutuhan operasional sekaligus membekali santriwati dengan jiwa kewirausahaan sebelum terjun ke masyarakat.

Kesimpulan

Kesimpulan

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Langkah inovatif dosen THP UMBY menyulap pepaya menjadi keripik Mustofa merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menggerakkan kemandirian ekonomi santriwati. Melalui penguasaan teknologi pengolahan pangan dan pendampingan wirausaha secara berkelanjutan, potensi komoditas lokal dapat dioptimalkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang menyejahterakan lingkungan pesantren.

FAQ

  1. Apa tujuan utama dari pelatihan olahan pepaya yang diadakan dosen THP UMBY? Jawaban: Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan wirausaha berbasis inovasi pangan lokal guna mendorong kemandirian ekonomi bagi para santriwati.

  2. Mengapa buah pepaya dipilih sebagai bahan utama pembuatan keripik Mustofa? Jawaban: Pepaya dipilih karena melimpah, harganya relatif terjangkau, dan mudah didapatkan, serta memiliki tekstur yang cocok untuk diolah menjadi camilan keripik bernilai ekonomis tinggi.

  3. Materi apa saja yang diberikan oleh tim dosen UMBY selama pelatihan berlangsung? Jawaban: Tim dosen memberikan materi teknik pemilihan bahan, proses penggorengan higienis, formulasi bumbu Mustofa, pengemasan produk, hingga simulasi perhitungan harga jual.

  4. Siapa pelaksana utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini? Jawaban: Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

  5. Apa dampak jangka panjang yang diharapkan dari program pelatihan ini bagi pesantren? Jawaban: Harapan jangka panjangnya adalah terbentuknya unit usaha mandiri di pesantren serta terlahirnya santriwati yang memiliki jiwa kewirausahaan berbasis teknologi pangan.

Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan lldikti5.kemdiktisaintek.go.id dengan judul asli "Sulap Pepaya Jadi Keripik Mustofa, Dosen THP UMBY Latih Kemandirian Ekonomi Santriwati" yang dipublikasikan pada bulan Agustus 2026.

Topik Terkait